kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Indeks S&P 500 dan Nasdaq menembus rekor tertinggi, pidato Trump dinanti


Selasa, 12 November 2019 / 23:22 WIB
Indeks S&P 500 dan Nasdaq menembus rekor tertinggi, pidato Trump dinanti
ILUSTRASI. Indeks S&P 500 dan Nasdaq menembus rekor tertinggi, terkerek kenaikan saham teknologi, Selasa (12/11). REUTERS/Brendan McDermid

Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Indeks S&P 500 dan Nasdaq menembus rekor tertinggi, terkerek kenaikan saham teknologi pada perdagangan Selasa (12/11). Pasar tengah menanti pidato Presiden Donald Trump perihal kejelasan tentang hubungan perdagangan Amerika Serikat (AS)-China.

Melansir Reuters, pukul 10:11 waktu setempat, Dow Jones Industrial Average naik 45,86 poin atau 0,17% pada 27.737,35, sedangkan S&P 500 naik 11,26 poin atau 0,36% pada 3.098,27. Sedangkan, Nasdaq Composite naik 30,97 poin atau 0,37% pada 8.495,25.

Baca Juga: Google teken kesepakatan dengan Ascension untuk akses database pasien di AS

Semua 11 sektor S&P 500 diperdagangkan lebih tinggi. Sektor teknologi naik 0,5% dan merupakan dorongan terbesar untuk indeks acuan, sedangkan indeks chip Philadelphia naik 0,8%.

Musim laporan pendapatan perusahaan kuartal ketiga juga sebagian besar lebih baik dari yang diharapkan. Sekitar tiga perempat dari perusahaan S&P 500 yang telah melaporkan hasil, sejauh ini telah melampaui ekspektasi keuntungan analis, menurut data Refinitiv.

Harapan resolusi untuk perang tarif yang sudah berlangsung 16 bulan dan musim laporan pendapatan perusahaan yang kuat mendorong Wall Street bulan ini.

Baca Juga: Bursa emerging market pulih dari keterpurukan jelang pidato Donald Trump

Sebagai informasi, Trump dijadwalkan untuk membahas kebijakan perdagangan di Economic Club of New York. Di mana investor akan mencari tanda-tanda kemajuan nyata dalam gencatan senjata perang dagang antara Washington dan Beijing.

"Ada beberapa optimisme bahwa Trump akan memberi tahu orang-orang sesuatu yang mereka suka dengar, apakah itu kewarganegaraan atau penundaan tarif," kata Willie Delwiche, analis Baird di Milwaukee.

"Fokusnya sangat pada ekspektasi 'jika bukan berita baik maka setidaknya menghindari berita buruk' dari Trump."

Sentimen berikutnya yang bakal dinanti pasar antara lain, data penjualan ritel Oktober dan produksi industri. Selanjutnya komentar Gubernur Federal Reserve Jerome Powell tentang prospek ekonomi domestik.



Video Pilihan

TERBARU

×