kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Indeks sektor barang konsumsi masih tertekan pembatasan aktivitas masyarakat


Selasa, 17 November 2020 / 17:45 WIB
ILUSTRASI. Selama pandemi Covid-19 ini, aktivitas masyarakat juga masih berada di bawah level normal.


Reporter: Benedicta Prima | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks saham barang konsumsi tercatat naik 1,51% sepanjang kuartal IV-2020 berjalan. Kinerja ini tercatat paling rendah bila dibandingkan dengan indeks sektoral lainnya. 

Analis Panin Sekuritas Rendy Wijaya mengatakan, selain dari faktor daya beli, terbatasnya aktivitas masyarakat juga menjadi salah satu penekan kinerja di sektor konsumer. Terlihat dari beberapa segmen produk seperti minuman ringan yang biasanya dijual di gerai-gerai ritel perdagangan modern.

Selama pandemi Covid-19 ini, aktivitas masyarakat juga masih berada di bawah level normal dengan rata-rata di kisaran -10% sampai -15% di bawah batas aktivitas normal. "Hal ini turut berpengaruh terhadap penjualan produk-produk yang biasanya lebih banyak dibeli dari gerai-gerai ritel modern trade. Ini masih menjadi sentimen negatif yang menekan kinerja saham-saham sektor barang konsumsi," jelas Rendy kepada Kontan.co.id, Selasa (17/11). 

Baca Juga: Pelemahan daya beli menahan laju penguatan indeks sektor barang konsumsi

Namun, ke depan sektor ini berpotensi membaik seiring dengan perlahan pulihnya aktivitas masyarakat. Selain itu juga akan ada vaksin Covid-19 yang dapat membantu untuk mengontrol penyebaran virus di Indonesia. "Jika vaksinasi ini mulai berjalan, saya melihat akan berdampak positif terhadap kembali meningkatnya aktivitas masyarakat," imbuh Rendy. 

Saat ini, Rendy masih merekomendasikan saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) dengan target harga Rp 12.450 per saham. Terutama karena pendapatan mayoritas ICBP masih berasal dari penjualan mie instan yang margin laba operasinya masih stabil di kisaran 22% sehingga masih bisa menopang kinerja. Kemudian ICBP akan memiliki dampak positif dari hasil akuisisi Pinehill Company Limited. 

Baca Juga: IHSG menguat 0,64% pada Selasa (17/11), net buy asing menyentuh Rp 739 miliar

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×