Reporter: Rizki Caturini | Editor: Rizki Caturini
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks dolar naik hingga 99,3 pada hari Senin (27/4), sebelum turun menjadi sekitar 98,5. Kenaikan dolar didorong upaya untuk melanjutkan negosiasi perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran gagal terwujud. Ini membuat pasar tetap waspada terhadap ketegangan geopolitik.
Seperti dikutip Tradingeconomics, Senin (17/4), Presiden AS Donald Trump membatalkan rencana untuk mengirim utusan senior untuk putaran kedua pembicaraan dengan Iran. Sementara Iran menegaskan kembali bahwa mereka tidak akan bernegosiasi di bawah ancaman atau kondisi blokade.
Baca Juga: Dolar AS Melemah Tapi Bakal Bangkit: Kejutan di Tengah Ketegangan Global?
Harga minyak kembali naik karena konflik Timur Tengah memasuki minggu kesembilan dan Selat Hormuz tetap tertutup, memicu kekhawatiran inflasi dan meningkatkan ekspektasi bahwa bank sentral mungkin akan mempertahankan suku bunga lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama atau bahkan memperketatnya lebih lanjut.
Federal Reserve diperkirakan akan mempertahankan suku bunga kebijakannya tetap stabil pada hari Rabu ini. Pertemuan ini dapat menandai sesi terakhir Jerome Powell sebagai ketua sebelum Kevin Warsh diperkirakan akan mengambil alih kepemimpinan Fed pada bulan Mei.
Investor juga mengambil posisi menjelang keputusan kebijakan penting dari European Central Bank (ECB), Bank of England (BoE), dan Bank of Japan (BoJ) akhir pekan ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













