kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Indeks Dolar AS Tertekan Potensi Negosiasi AS-Iran


Rabu, 25 Maret 2026 / 09:42 WIB
Indeks Dolar AS Tertekan Potensi Negosiasi AS-Iran
ILUSTRASI. Dolar AS (REUTERS/Dado Ruvic)


Reporter: Rizki Caturini | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks dolar mempertahankan penurunan terbarunya di dekat 99,1 pada hari Rabu (25/3). Indes dolar tetap berada di bawah tekanan di tengah laporan bahwa AS sedang mengupayakan pembicaraan dengan Iran untuk mengakhiri konflik. 

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan Iran telah menawarkan isyarat niat baik dalam negosiasi yang terkait dengan aliran energi melalui Selat Hormuz. 

Seperti dikutip Tradingeconomics, Rabu (25/3), Media Israel juga mengindikasikan bahwa Washington sedang mencari gencatan senjata selama satu bulan untuk memfasilitasi pembicaraan. Sementara New York Times melaporkan bahwa AS telah mengirimkan proposal 15 poin kepada Iran untuk menyelesaikan konflik tersebut. 

Namun, investor tetap skeptis karena Teheran membantah terlibat dalam negosiasi apa pun dengan AS, sementara negara-negara Teluk mengisyaratkan kesiapan untuk bergabung dalam perang melawan Iran. 

Harga minyak sedikit turun akibat perkembangan ini, memberikan sedikit kelegaan bagi pasar yang khawatir bahwa melonjaknya biaya energi dapat memicu inflasi dan mendorong kenaikan suku bunga. 

Sementara itu, Gubernur Federal Reserve Michael Barr mengatakan bank sentral mungkin perlu mempertahankan suku bunga tinggi untuk beberapa waktu guna mengatasi inflasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×