kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.733.000   4.000   0,15%
  • USD/IDR 17.789   55,00   0,31%
  • IDX 6.206   -48,57   -0,78%
  • KOMPAS100 824   -7,23   -0,87%
  • LQ45 623   -1,20   -0,19%
  • ISSI 212   -1,00   -0,47%
  • IDX30 354   -0,42   -0,12%
  • IDXHIDIV20 434   -0,88   -0,20%
  • IDX80 94   -0,39   -0,41%
  • IDXV30 115   -0,75   -0,65%
  • IDXQ30 114   0,19   0,17%

INCO incar laba bersih US$ 112,85 juta


Rabu, 12 Februari 2014 / 14:26 WIB
ILUSTRASI. Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) mengintegrasikan lebih dari 43 ribu pemancar jaringan (sites) di seluruh Indonesia, dan kini prosesnya sudah mencapai 50%.


Reporter: Veri Nurhansyah Tragistina | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. PT Vale Indonesia Tbk (INCO) optimistis bisa meraih kenaikan kinerja keuangan. Emiten nikel ini mengincar laba bersih di 2014 senilai US$ 112,85 juta.

Target itu berdasarkan pada perkiraan kinerja produksi, pendapatan dan harga jual nikel di Bursa Metal London (LME).

Nico Kanter, Presiden Direktur INCO menuturkan,  perusahaan membidik produksi nikel di tahun ini sebanyak 79.691 ton.

Tak hanya itu, INCO juga mengincar produksi kobalt sebanyak 81.052 ton di tahun ini. "Dengan asumsi harga nikel LME US$ 16.000 per ton, kami bisa meraih pendapatan US$ 1 miliar di tahun ini," ungkap Nico di Jakarta, Rabu (12/2).

Asumsi harga nikel ini sejatinya lebih rendah dari tahun 2012 yang senilai US$ 17.374 per ton. Sejak 2013, INCO memang dihadapkan dengan rendahnya harga nikel acuan di Bursa Metal London (LME).

Per September 2013, harga nikel LME hanya mencapai US$ 15.770 per ton, turun dari tahun 2012 yang masih bertengger di level US$ 17.374 per ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×