Reporter: Raka Mahesa W | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
JAKARTA. PT Cipta Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) tengah bersiap menggarap proyek tol baru. Uji tuntas proyek-proyek tersebut akan selesai Juli 2011.
Manajemen CMNP masih enggan bercerita detil proyek yang tengah diincarnya. Yang baru terungkap, proyek tersebut seluruhnya berada di Jakarta. “Namun Direktur Utama CMNP, Shadik Wahoni bilang proyek tersebut seluruhnya berada di Jakarta. “Ada proyek inisiasi ada juga proyek akuisisi,” kata Shadik Wahono Direktur Utama CMNP, Kamis (23/6).
Setelah uji tuntas selesai, perusahaan ini masih membutuhkan waktu sekitar 2,5 tahun untuk menggarap proyek untuk beroperasi. Rinciannya, satu sampai satu setengah tahun untuk pembebasan lahan, sedang konstruksi hanya memakan waktu satu tahun.
Manajemen CMNP juga masih bungkam soal nilai investasi proyek tersebut dengan alasannya tengah tahap negosisasi. Direktur Keuangan CMNP Indrawan Sumantri membocorkan, nilai investasi proyek-proyek tersebut lebih tinggi dari nilai proyek tol Depok-Antasari yang sebesar Rp 4,76 triliun.
Perusahaan itu sudah memiliki skenario untuk mencari sumber pendanaan. Satu di antaranya adalah menerbitkan obligasi. “Setelah uji tuntas selesai di bulan Juli, obligasi akan diterbitkan September,” kata Indrawan.
Dia bilang, obligasi tersebut digunakan untuk membiayai 50% dari kebuthan dana untuk proyek-proyek tersebut. Manajemen juga masih menimbang beberapa opsi pendanaan lain untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Saat ini, CMNP tengah menggarap proyek tol Depok-Antasari yang dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama adalah Antasari-Sawangan sepanjang 12 kilometer (Km), dengan nilai investasi Rp 3,07 triliun. Proyek tersebut dijadwalkan masuk masa konstruksi pada 2013 dan siap beroperasi tahun 2014.
Sedang tahap dua adalah Sawangan-Bojong Gede sepanjang 9,5 km. Dengan nilai investasi senilai Rp 1,69 triliun, pembangunan akan dimulai 2024 nanti. Perusahaan akan memenuhi kebutuhan dana dari kas internal. Total kebutuhan dana tersebut akan dipenuhi dari kas internal perseroan.
Perusahaan tersebut menargetkan pendapatan sepanjang tahun ini mencapai Rp 800 miliar, lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya, yaitu Rp 750,36 miliar. Di sisi lain, perusahaan ini memperkirakan biaya pemeliharaan naik 10%-15% ketimbang tahun lalu. ”Ada pengalihan truk masuk ke ruas tol kami yang tidak dirancang untuk beban berat, sehingga akan banyak perbaikan untuk jalan yang rusak,” kata Indrawan.
Laba bersih tahun ini ditargetkan naik tipis 2,26% menjadi Rp 305 miliar dibanding tahun lalu Rp 298,26 miliar.
Tahun ini, perusahaan ini juga akan melunasi pinjaman perbankan jatuh tempo sebesar Rp 25 miliar. "Saat ini kami bisa melunasi, tapi lebih baik sesuai jadwal akhir tahun nanti," kata Indrawan.
Asal tahu saja total utang konsolidasi CMNP mencapai Rp 800 miliar. CMNP menyatakan akan melunasi seluruh utang dengan kas internal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













