kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

INAF perkuat bisnis alat kesehatan


Selasa, 24 Desember 2019 / 20:37 WIB
INAF perkuat bisnis alat kesehatan
ILUSTRASI. RUPS Indofarma


Reporter: Ika Puspitasari | Editor: Azis Husaini

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Emiten farmasi pelat merah PT Indofarma Tbk (INAF) sudah menyiapkan beberapa agenda ekspansi untuk tahun depan, salah satunya memperkuat bisnis alat kesehatan.

Direktur Keuangan Indofarma Herry Triyatno mengatakan salah satu rencana ekspansi tahun depan untuk segmen penjualan alat kesehatan dengan mengeluarkan beberapa produk seperti disposable untuk kelompok benang bedah dan kategori produk sterilisasi disposable.

Baca Juga: Saham INAF dan KAEF meroket, simak rekomendasi analis berikut

Sejalan dengan itu, perusahaan terus memperkuat sinergi dengan jaringan distributor nasional maupun distributor lokal. “Kami juga menambah distributor baru,” ujarnya, Minggu (22/12).

Guna menggenjot penjualan alat kesehatan, INAF juga membentuk tim marketing khusus serta mendorong promosi produk alat kesehatan elektromedik yang bekerjasama dengan partner luar negeri.

Dengan begitu, INAF membidik kontribusi dari penjualan alat kesehatan pada tahun depan bisa menyumbang 20% dari total pendapatan INAF. Sementara untuk tahun ini kontribusi penjualan alat kesehatan masih belum signifikan lantaran menjadi masa persiapan untuk tahun depan.

Selain itu, pada tahun depan Indofarma berencana merilis produk Oncology untuk Breast Cancer, Trustuzumab, Diagnostic and Medical Equipment (DME) , serta mengembangkan bisnis Natural Extra (Natex).

Baca Juga: Tahun 2020, Kimia Farma (KAEF) targetkan pendapatan dan laba bersih tumbuh dua digit

Herry menambahkan untuk melancarkan rencana ekspansi tahun depan, Indofarma menyiapkan belaja modal sebesar Rp 56 miliar pada 2020. “Belanja modal akan digunakan terutama untuk Natex dan DME,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×