kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.576.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.898   -94,00   -0,52%
  • IDX 6.025   15,96   0,27%
  • KOMPAS100 775   1,49   0,19%
  • LQ45 594   1,63   0,28%
  • ISSI 209   0,95   0,46%
  • IDX30 330   1,84   0,56%
  • IDXHIDIV20 422   3,17   0,76%
  • IDX80 89   0,25   0,29%
  • IDXV30 115   0,65   0,57%
  • IDXQ30 108   0,48   0,45%

Ina Manajemen Investasi Bidik Pasar Syariah, Siapkan Reksadana Baru Tahun Depan


Jumat, 02 Oktober 2026 / 13:24 WIB
Ina Manajemen Investasi Bidik Pasar Syariah, Siapkan Reksadana Baru Tahun Depan
ILUSTRASI. PT Ina Manajemen Investasi membuka peluang menerbitkan produk reksadana berbasis syariah untuk menangkap potensi pasar syariah di Indonesia.? (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Ina Manajemen Investasi (INAMI) membuka peluang menerbitkan produk reksadana berbasis syariah untuk menangkap potensi pasar syariah di Indonesia.

Direktur Utama PT Ina Manajemen Investasi, RM Tenorio Triananda mengatakan, saat ini INAMI telah memasarkan sedikitnya enam produk reksa dana. Ke depan, manajer investasi yang terafiliasi dengan Grup Salim tersebut masih melihat peluang untuk menambah produk baru, khususnya yang menyasar pasar syariah.

Tak hanya itu, Teno menyebut, INAMI juga berencana meluncurkan produk reksadana terproteksi dalam beberapa waktu mendatang. Rencananya, kedua produk reksadana baru tersebut bakal diluncurkan tahun depan.

"Penambahan sih selalu ada. Terutama kita mungkin akan mencoba untuk ke reksadana syariah. Karena market syariah juga besar. Selain itu mungkin terproteksi ya. Mungkin tahun depan ya," terang Teno kepada wartawan saat ditemui di Bursa Efek Indonesia, Kamis (1/10/2026).

Baca Juga: BEI Jajaki Peluang Kerjasama dengan Bursa Global, Mulai dari ASEAN hingga Arab Saudi

Memang, BEI mencatat jumlah investor yang melonjak dari 531 investor pada 2012 menjadi 226.457 investor syariah per April 2026. Capaian ini dinilai mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap ekosistem investasi syariah.

Diketahui, keenam produk Ina MI antara lain INAMI Balanced Fund, INAMI BUMN Campuran, INAMI Equity Fund, INAMI Indah Pendapatan Tetap Nusantara, INAMI Money Market Fund, dan INAMI Tracker Obligasi Nusantara. 

Produk dengan AUM terjumbo digenggam oleh INAMI Indah Pendapatan Tetap Nusantara dengan besaran mencapai Rp 10,42 miliar. Sepanjang tahun, NAB produk ini telah bertumbuh 0,05% dengan return tahunan mencapai 3,80%. 

Sementara itu, INAMI Equity Fund menjadi produk dengan torehan AUM tertinggi kedua, senilai Rp 7,64 miliar. Sebab kondisi lesu pasar modal, produk ini justru membukukan koreksi return sebesar 11,11% selama satu tahun belakangan.

Dengan menggabungkan total AUM dari tiap produk, INAMI secara praktis memiliki total AUM senilai Rp 33,07 miliar per 30 September 2026.

Kini, Ina Manajemen Investasi menjalankan sinergi dengan dua entitas di bawah Grup Salim, yaitu PT Bank Ina Perdana Tbk. (BINA) dan PT Ina Sekuritas Indonesia. Nantinya, terdapat pemasaran produk reksa dana milik Ina Manajemen Investasi di Bank Ina. 

"Nah ini kan dengan adanya sinergi ini, INAMI, INA Sekuritas Indonesia, bersama Bank INA Persana, kolaborasi yang mudah-mudahan menjadi ekosistem sendiri yang bisa saling mendukung," kata Tenorio.

Baca Juga: Bursa Efek Indonesia Perketat Seleksi IPO, Utamakan Kualitas

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×