kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Impor minyak China rekor, harga minyak mentah kembali mendidih


Senin, 08 Juni 2020 / 12:39 WIB
ILUSTRASI. Harga minyak bertahan di atas US$ 40 per barel


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Harga minyak kembali menguat setelah OPEC dan sekutu sepakat memperpanjang kesepakatan pemangkasan rekor produksi hingga akhir Juli mendatang. Harga minyak semakin mendidih setelah impor minyak mentah China mencapai rekor tertinggi sepanjang masa di bulan Mei lalu.

Senin (8/6) pukul 12.00 WIB, harga minyak jenis Brent kontrak pengiriman Agustus 2020 di ICE Futures naik 89 sen atau 2,1% menjadi US$ 43,19 per barel. 

Setali tiga uang, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) kontrak pengiriman Juli 2020 di Nymex juga naik 62 sen, atau 1,6%, menjadi US$ 40,17 per barel.

Baca Juga: OPEC+ sepakat perpanjang pemangkasan produksi, harga minyak kompak naik 2% hari ini

Harga kedua benchmark ini mencapai level tertinggi sejak 6 Maret di awal sesi tadi, masing-masing di US$ 43,41 per barel untuk Brent dan US$ 40,44 untuk WTI.

Bahkan, harga minyak Brent hampir dua kali lipat sejak OPEC, Rusia dan sekutu, atau yang dikenal dengan OPEC+, sepakat untuk mengurangi pasokan sebesar 9,7 juta barel per hari (bph) selama Mei-Juni guna menopang harga yang runtuh karena pandemi virus corona.

Pada akhir pekan lalu,  OPEC+ memang sepakat untuk memperpanjang kesepakatan untuk menarik hampir 10% pasokan global dari pasar hingga akhir Juli. Menyusul perpanjangan itu, eksportir utama Arab Saudi menaikkan harga minyak mentah bulanan untuk Juli.




TERBARU

[X]
×