kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   2.000   0,08%
  • USD/IDR 18.057   23,00   0,13%
  • IDX 4.997   -188,50   -3,64%
  • KOMPAS100 631   -26,97   -4,10%
  • LQ45 488   -20,09   -3,95%
  • ISSI 172   -7,03   -3,92%
  • IDX30 273   -10,40   -3,67%
  • IDXHIDIV20 357   -9,37   -2,56%
  • IDX80 72   -3,02   -4,00%
  • IDXV30 101   -1,50   -1,47%
  • IDXQ30 90   -3,25   -3,49%

IHSG Turun ke Level 4.996, Simak Prediksi dan Rekomendasi Saham Selasa (20/10)


Senin, 19 Oktober 2026 / 19:12 WIB
IHSG Turun ke Level 4.996, Simak Prediksi dan Rekomendasi Saham Selasa (20/10)
ILUSTRASI. IHSG turun 3,64% ke level 4.996,61 pada Senin (19/10/2026). Simak analisis pasar dan rekomendasi saham AADI. (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Shabrina Almaira | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tekanan jual di pasar saham domestik masih membayangi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Kekhawatiran investor terhadap status pasar modal Indonesia dan pelemahan rupiah menjadi sejumlah faktor yang memengaruhi pergerakan indeks pada perdagangan awal pekan.

IHSG ditutup melemah 3,64% atau turun 188,50 poin ke level 4.996,61 pada perdagangan Senin (19/10/2026). Dalam perdagangan tersebut, IHSG sempat menyentuh level terendah di 4.907,37.

Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang menilai IHSG masih tertekan oleh kekhawatiran terhadap peringatan MSCI mengenai usulan perubahan klasifikasi pasar modal Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.

Menurut Alrich, otoritas bursa telah merespons persoalan tersebut melalui sejumlah langkah. Di antaranya, pemberian sanksi denda administratif kepada sejumlah pihak yang dianggap melakukan pelanggaran serta perubahan batas auto rejection bawah (ARB) menjadi 7%.

Baca Juga: Buyback Saham Jadi Katalis Positif, Ini Saran untuk Investor

Meski demikian, tekanan jual dari investor asing masih berlanjut. Di tengah kondisi tersebut, sejumlah saham mulai bangkit dari level ARB setelah beberapa emiten mengumumkan rencana pembelian kembali saham atau buyback.

Sementara itu, nilai tukar rupiah turut melemah 0,03% ke level Rp 18.027 per dolar AS.

"Secara teknikal, tekanan pada IHSG masih berpotensi berlanjut dengan support 4,800-4,900, terutama jika tekanan jual pada saham-saham berkapitalisasi besar masih terjadi. Sebaliknya jika saham-saham dengan kapitalisasi besar mulai rebound, maka IHSG berpotensi untuk rebound di atas level 5,000 pada perdagangan Selasa (20/10)," ujar Alrich kepada Kontan, Senin (19/10/2026).

IHSG Masih dalam Tren Bearish

Praktisi Pasar Modal sekaligus Founder WH-Project William Hartanto menilai posisi IHSG yang kembali berada di bawah level 5.000 menunjukkan bahwa penguatan teknikal atau technical rebound belum mampu mengubah arah tren pelemahan pasar saham.

William memperkirakan IHSG masih berada dalam tren strong bearish. Menurutnya, pelaku pasar kemungkinan tengah berspekulasi terhadap hasil pertemuan antara Bursa Efek Indonesia (BEI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan MSCI.

Baca Juga: Emas Antam Naik 70% Era Prabowo, Bagaimana Nasib Saham dan Kripto?

Untuk perdagangan Selasa (20/10/2026), William memperkirakan IHSG masih berpotensi melemah dengan rentang support 4.900-5.108. Ia juga mengingatkan bahwa volatilitas pasar masih berpotensi tinggi.

Kondisi tersebut membuat investor perlu mencermati perkembangan sentimen pasar, terutama terkait respons otoritas terhadap persoalan klasifikasi pasar modal Indonesia serta pergerakan saham-saham berkapitalisasi besar yang berpengaruh terhadap IHSG.

Rekomendasi Saham AADI

Di tengah tekanan pasar saham, William merekomendasikan saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) untuk strategi beli (buy).

Ia menetapkan target harga AADI di kisaran Rp 10.600-Rp 11.000 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×