kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.927   18,00   0,10%
  • IDX 5.943   17,05   0,29%
  • KOMPAS100 770   4,91   0,64%
  • LQ45 595   5,40   0,92%
  • ISSI 205   -0,19   -0,09%
  • IDX30 331   2,96   0,90%
  • IDXHIDIV20 424   2,54   0,60%
  • IDX80 88   0,63   0,72%
  • IDXV30 116   0,69   0,59%
  • IDXQ30 108   0,68   0,63%

Pendapatan Emiten Konsumer Diprediksi Tumbuh, Cek Rekomendasi Saham dari Analis


Rabu, 14 Oktober 2026 / 16:45 WIB
Pendapatan Emiten Konsumer Diprediksi Tumbuh, Cek Rekomendasi Saham dari Analis
ILUSTRASI. Pekerja beraktivitas di pabrik makanan dan minuman PT Mayora Indah, Tangerang (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Rashif Usman | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Performa pendapatan emiten konsumer pada kuartal III-2026 diprediksi tetap tumbuh.

Analis sekaligus Branch Manager Panin Sekuritas Pondok Indah Elandry Pratama mengatakan pertumbuhan pendapatan emiten konsumer pada kuartal III-2026 masih ditopang oleh permintaan domestik, konsumsi kebutuhan sehari-hari, serta kontribusi kenaikan harga jual dan volume penjualan di sejumlah emiten. 

"Namun, pemulihan daya beli belum merata sehingga konsumen masih selektif dalam berbelanja," kata Elandry kepada Kontan, Rabu (14/10/2026).

Baca Juga: HRTA Rencanakan Private Placement Maksimal 10%, Tunggu Restu Pemegang Saham

Senada, Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang  menyampaikan pendapatan emiten konsumer masih berpotensi tumbuh karena permintaan domestik relatif terjaga, terutama untuk produk kebutuhan sehari-hari yang memiliki tingkat konsumsi berulang. 

Selain itu, kontribusi penjualan domestik dan penyesuaian harga jual di sejumlah perusahaan dapat membantu menopang pendapatan di tengah daya beli yang belum sepenuhnya kuat. Namun, Kenaikan biaya bahan baku, distribusi, dan logistik berpotensi menahan ekspansi margin. 

"Jadi, tantangannya bukan hanya meningkatkan penjualan, tetapi juga menjaga agar pertumbuhan tersebut tetap menghasilkan keuntungan yang sehat," ujar Alrich.

Performa Emiten hingga Akhir Tahun 2026.

Hingga akhir tahun 2026, Elandry memproyeksikan pendapatan emiten konsumer masih berpeluang tumbuh, tetapi tantangan utamanya adalah menjaga volume penjualan di tengah tekanan biaya dan daya beli yang belum sepenuhnya pulih. 

Periode akhir tahun berpotensi mendukung konsumsi, tetapi investor perlu mencermati dampak El Nino terhadap harga bahan baku. Artinya, pertumbuhan pendapatan masih terbuka, tetapi pertumbuhan laba akan sangat bergantung pada kemampuan perusahaan menjaga margin.

Elandry memproyeksikan emiten yang berpotensi mencatatkan kenaikan pendapatan antara lain ICBP, MYOR, INDF, dan UNVR. 

Secara rinci, ICBP ditopang permintaan produk mi instan yang relatif defensif, MYOR oleh diversifikasi produk dan pasar, INDF oleh kontribusi bisnis mi instan dan Bogasari, sedangkan UNVR berpeluang memperoleh dukungan dari perbaikan penjualan dan penyesuaian harga jual.

Namun, investor tetap perlu membedakan pertumbuhan pendapatan dengan pertumbuhan laba. Emiten yang mampu meningkatkan volume penjualan tanpa terlalu bergantung pada kenaikan harga memiliki kualitas pertumbuhan yang lebih baik. Maka, market sentiment sebaiknya tidak hanya bertumpu pada angka pertumbuhan penjualan, tetapi juga pada realisasi margin dan arus kas operasional.

Elandry juga menambahkan tekanan biaya bahan baku berpotensi menjadi tantangan utama bagi margin emiten konsumer, terutama jika kenaikan harga input tidak dapat langsung diteruskan kepada konsumen. 

Dus, perusahaan perlu memperkuat efisiensi produksi dan distribusi, melakukan diversifikasi pemasok, mengoptimalkan product mix, serta mengelola persediaan dan pembelian bahan baku secara lebih disiplin.

"Kenaikan harga jual tetap menjadi opsi, tetapi harus dilakukan secara selektif karena berisiko menekan volume penjualan dan daya saing," ujar Elandry.

Dalam kondisi seperti ini, perusahaan dengan pricing power kuat, skala produksi besar, dan efisiensi operasional yang baik cenderung lebih mampu mempertahankan profitabilitas. 

Baca Juga: Persepsi Risiko Fiskal Membaik, CDS Indonesia Diperkirakan Bergerak Stabil

"Jadi, kunci kinerja hingga akhir 2026 bukan sekadar mengejar pertumbuhan pendapatan, melainkan menjaga kualitas pertumbuhan agar margin dan laba tidak tergerus," tambah Elandry.

Sementara itu, Alrich mengungkapkan emiten yang potensi mencatatkan kenaikan pendapatan yaitu ICBP, MYOR, UNVR dan INDF. 

Menurut Alrich, ICBP ditopang permintaan produk konsumen, sedangkan MYOR terutama didorong penjualan domestik. Untuk UNVR, penyesuaian harga jual yang mulai diterapkan pada awal Juni diharapkan semakin tercermin pada kinerja semester II-2026. 

Sementara itu, pertumbuhan INDF diperkirakan ditopang bisnis ICBP dan Bogasari. Meski demikian, masing-masing emiten tetap memiliki tantangan dari sisi biaya bahan baku dan daya beli konsumen.

Disamping itu, Alrcih bilang tekanan bahan baku perlu diwaspadai karena kenaikan biaya tidak selalu bisa langsung diteruskan kepada konsumen melalui kenaikan harga jual. Jika harga dinaikkan terlalu agresif, perusahaan berisiko kehilangan volume penjualan, terutama ketika konsumen semakin sensitif terhadap harga dan beralih ke produk yang lebih ekonomis.

Antisipasinya dapat dilakukan melalui efisiensi produksi dan distribusi, optimalisasi bauran produk dengan margin lebih tinggi, diversifikasi pemasok, serta pengelolaan persediaan dan risiko nilai tukar secara lebih disiplin. Penyesuaian harga jual juga perlu dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan daya beli dan posisi kompetitif produk.

Selain itu, perusahaan perlu menjaga keseimbangan antara volume penjualan, harga jual, dan margin. Apalagi, dampak El Nino diperkirakan mencapai puncaknya pada kuartal IV-2026 hingga kuartal I-2027, sehingga tekanan biaya berpotensi berlanjut.

Dari sisi rekomendasi saham, Alrich menyarankan investor untuk mencermati harga saham ICBP, MYOR, UNVR dan INDF di target harga masing-masing Rp 8.000, Rp 1.600, Rp 1.650 dan Rp 7.400 per saham.

Baca Juga: GoTo (GOTO) Batalkan 32 Miliar Saham Tresuri, Catherine Mundur dari Wakil Dirut

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×