kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.729.000   18.000   0,66%
  • USD/IDR 17.694   -124,00   -0,70%
  • IDX 6.310   302,08   5,03%
  • KOMPAS100 841   47,38   5,97%
  • LQ45 630   32,88   5,50%
  • ISSI 216   9,69   4,70%
  • IDX30 356   17,25   5,09%
  • IDXHIDIV20 436   18,32   4,39%
  • IDX80 95   5,28   5,88%
  • IDXV30 117   3,85   3,41%
  • IDXQ30 114   4,97   4,55%

IHSG sesi I anjlok dalam, ini faktor-faktor pemicunya


Kamis, 14 November 2019 / 12:41 WIB
ILUSTRASI. Pegawai melintas di depan layar pergerakan harga saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/aww.


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie, Nur Qolbi, Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pada akhir sesi I, Kamis (14/11), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun lumayan dalam. Meski indeks sempat menguat pada awal perdagangan, namun kekuatan IHSG tak bertahan lama dan berangsur turun lagi.

Data RTI menunjukkan, IHSG sesi I ditutup pada posisi 6.080,19. Itu berarti dalam tempo 3 jam perdagangan, indeks utama di bursa saham Indonesia ini turun sedalam 1,01%.

Penurunan IHSG itu ternyata sejalan dengan penurunan indeks sektoral. Dari 10 indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia, sembilan di antaranya negatif. Mereka adalah:

  • sektor barang konsumsi turun 0,20%
  • sektor manufaktur turun 0,85% sektor perdagangan turun 0,99%
  • sektor keuangan turun 1,10%
  • sektor pertambangan turun 1,10%
  • sektor pertanian turun 1,31%
  • sektor industri dasar turun 1,50%
  • sektor aneka industri turun 1,60%
  • sektor infrastruktur turun -1,83%.

Adapun satu indeks sektoral yang positif alias naik adalah sektor Konstruksi (0,09%).

Baca Juga: IHSG terjun ke bawah 6.100 pada akhir perdagangan sesi I

Tampak bahwa penurunan terdalam perdagangan ini menimpa indeks sektor Infrastruktur. Adapun kenaikan paling tinggi dialami indeks sektor Konstruksi.

Penurunan indeks hari ini memang sudah diprediksi sebelumnya oleh sejumlah analis. Analis Sucor Sekuritas Hendriko Gani menilai, saat ini IHSG tengah kekurangan sentimen untuk bergerak naik.




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×