kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.627   74,00   0,42%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

IHSG Naik Tipis 0,46% Akhir Pekan, Ini Pemicunya


Jumat, 12 Desember 2025 / 17:12 WIB
IHSG Naik Tipis 0,46% Akhir Pekan, Ini Pemicunya
ILUSTRASI. IHSG Konsisten Di Zona Hijau-Suasana di BEI, Jakarta (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Muhammad Alief Andri | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Jumat (12/12/2025) naik 0,46% ke level 8.660,50. Meski menguat di akhir pekan, secara keseluruhan IHSG tercatat melemah tipis 0,19% atau turun 16,23 poin dalam sepekan.

Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai dinamika pasar pekan ini masih dipengaruhi kombinasi sentimen global dan domestik. Dari eksternal, pelaku pasar menyoroti sinyal kebijakan The Federal Reserve.

Berdasarkan FOMC Dot Plot terbaru, peluang pemangkasan suku bunga acuan pada 2026 hanya tersisa satu kali. Namun, Nafan menilai ruang pemangkasan tambahan masih terbuka seiring pelemahan pasar tenaga kerja Amerika Serikat dan pendekatan The Fed yang tetap bergantung pada data.

Baca Juga: Dipengaruhi Sentimen Ini, Rupiah Menguat ke Rp 16.646 pada Jumat (12/12)

“Meski peluang rate cut di 2026 terbatas, potensi pemangkasan yang lebih besar masih bisa terjadi jika data ekonomi mengarah ke pelonggaran,” ujar Nafan kepada Kontan, Jumat (12/12/2025).

Dari dalam negeri, pasar turut mencermati perkembangan diplomasi perdagangan Indonesia-Amerika Serikat. Pemerintah menegaskan tidak ada pembatalan negosiasi tarif, sekaligus kembali menekankan posisi Indonesia yang menginginkan tarif nol persen untuk komoditas yang tidak diproduksi AS seperti CPO, karet, teh, dan kopi.

Sementara itu, tarif produk tekstil dan alas kaki masih dalam proses pembahasan. Di sisi lain, Indonesia juga membuka opsi peningkatan impor dari AS untuk menjaga keseimbangan perdagangan bilateral.

Nafan menilai kepastian arah negosiasi tarif dapat menjadi katalis penting bagi pasar dalam beberapa pekan ke depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×