Reporter: Muhammad Alief Andri | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil berbalik arah dan mencatatkan penguatan signifikan sepanjang sepekan perdagangan 6-10 April 2026. IHSG rebound 6,14% setelah sempat tertekan pada pekan sebelumnya.
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) Hari Rachmansyah mengatakan, penguatan IHSG didorong oleh meredanya tensi geopolitik global, terutama setelah adanya kesepakatan gencatan senjata sementara antara Amerika Serikat dan Iran serta dibukanya kembali Selat Hormuz.
“Hal ini menjadi katalis utama perbaikan sentimen risiko di pasar global,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (13/4/2026).
Baca Juga: IHSG Dibuka Melemah ke 7.425 Senin (13/4), Terseret Sentimen Global dan Harga Minyak
Meski demikian, partisipasi investor asing masih cenderung terbatas. Hal ini tercermin dari aksi jual bersih (net sell) asing sebesar Rp 3,3 triliun di pasar reguler sepanjang pekan.
Menurut Hari, kondisi tersebut menunjukkan bahwa penguatan IHSG lebih banyak ditopang oleh aliran dana domestik serta rotasi pada saham-saham berkapitalisasi besar.
Dari sisi sektoral, rally pada saham-saham big caps seperti BREN, DSSA, dan TPIA menjadi penopang utama indeks. Kenaikan saham-saham tersebut turut mendorong peningkatan minat risiko investor domestik.
“Pergerakan IHSG mencerminkan pergeseran sentimen pasar menuju risk-on, meskipun masih dibayangi kehati-hatian investor asing,” tambahnya.
Untuk pekan ini, pergerakan pasar diperkirakan masih dipengaruhi sejumlah sentimen global dan domestik. Dari global, ketidakpastian masih membayangi seiring belum tercapainya kesepakatan lanjutan antara Amerika Serikat dan Iran.
Kondisi ini berpotensi menjaga volatilitas pasar, terutama terkait risiko gangguan pasokan energi global yang dapat mendorong harga minyak tetap tinggi.
Selain itu, ekspektasi kebijakan moneter Amerika Serikat juga cenderung lebih hawkish, yang dapat menahan pergerakan aset berisiko.
Sementara dari dalam negeri, pelaku pasar akan mencermati potensi penyesuaian harga BBM non-subsidi serta langkah stabilisasi nilai tukar rupiah yang masih berada di kisaran Rp 17.000 per dolar AS.
Hari menilai, kombinasi sentimen tersebut membuat pergerakan IHSG berpotensi cenderung mixed dengan kecenderungan konsolidatif, setelah mengalami rally dalam sepekan terakhir.
Dari sisi sektoral, sektor energi diperkirakan masih menjadi motor penggerak utama, seiring ekspektasi harga komoditas yang tetap tinggi. Selain itu, sektor transportasi laut dan saham-saham konglomerasi juga berpeluang memberikan peluang trading jangka pendek.
“Investor disarankan tetap selektif dengan pendekatan trading-oriented serta disiplin dalam manajemen risiko,” jelasnya.
IPOT merekomendasikan saham MBMA dengan area beli di 745, target harga 825, dan stop loss di 715; ENRG dengan area beli di 1.745, target harga 1.925, dan stop loss di 1.645; serta EXCL dengan area beli di 3.160, target harga 3.550, dan stop loss di 2.960.
Selain itu, investor juga dapat mencermati reksa dana berbasis ETF, yakni Premier ETF IDX High Dividend 20 (XIHD), yang berisi saham-saham dengan dividen tinggi dan dinilai menarik di tengah musim pembagian dividen.
Baca Juga: Jangan Lupa! Saham Blue Chip Ini Akan Bayar Dividen Jumbo Rp 52 T, Cek Rinciannya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













