kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   7.000   0,25%
  • USD/IDR 17.127   21,00   0,12%
  • IDX 7.458   150,91   2,07%
  • KOMPAS100 1.029   19,80   1,96%
  • LQ45 746   12,57   1,71%
  • ISSI 269   4,55   1,72%
  • IDX30 400   7,29   1,85%
  • IDXHIDIV20 490   9,98   2,08%
  • IDX80 115   1,84   1,62%
  • IDXV30 135   1,86   1,40%
  • IDXQ30 129   2,36   1,86%

IHSG Menguat 6,14% Sepekan, Sentimen Perdamaian Iran–AS Jadi Pendorong Utama


Sabtu, 11 April 2026 / 06:00 WIB
IHSG Menguat 6,14% Sepekan, Sentimen Perdamaian Iran–AS Jadi Pendorong Utama
ILUSTRASI. Jika ketegangan Iran-AS mereda, IHSG bisa tembus 7.700 di semester I 2026. Analis beberkan skenario lengkap dan sektor pilihan. (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat kinerja positif sepanjang pekan ini dengan penguatan signifikan di tengah dinamika sentimen global. Optimisme pasar terutama ditopang oleh ekspektasi meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta prospek data ekonomi global yang dinilai masih solid.

Sepanjang pekan perdagangan, Indeks Harga Saham Gabungan menguat sebesar 6,14% dan ditutup di level 7.458,50 pada Jumat (10/4/2026). Penguatan ini mencerminkan meningkatnya selera risiko investor di tengah harapan perbaikan kondisi geopolitik dan ekonomi global.

Sentimen Perdamaian Iran–AS Dorong Optimisme Pasar

Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menyampaikan bahwa pergerakan pasar saat ini banyak dipengaruhi oleh ekspektasi terhadap narasi perdamaian antara Iran dengan United States.

Namun demikian, ia menekankan bahwa pasar masih menunggu langkah konkret dalam jangka pendek sebagai bukti nyata dari proses negosiasi tersebut.

Baca Juga: IHSG Ditutup Positif Pekan Ini, Simak Proyeksinya pada Akhir Semester I 2026

“Namun, pasar membutuhkan langkah-langkah konkret dalam jangka pendek. Jangka waktu pendek itu terkait dengan adanya proses perdamaian,” ujarnya kepada Kontan, Jumat (10/4/2026).

Menurutnya, tanpa kepastian implementasi yang jelas, pasar berpotensi kembali mengalami volatilitas karena sifatnya yang masih rapuh terhadap perubahan sentimen global.

Pasar Masih Menanti Data Ekonomi Global

Selain faktor geopolitik, pelaku pasar juga tengah menunggu rilis sejumlah data ekonomi penting dari negara-negara utama seperti China, Japan, serta Amerika Serikat, termasuk data domestik Indonesia.

Ia menilai bahwa meskipun terdapat tekanan inflasi di beberapa negara, kondisi ketenagakerjaan di Amerika Serikat masih relatif kuat, sehingga memberikan sinyal campuran bagi arah kebijakan moneter global.

“Meskipun inflasi bergerak naik, tetapi data ketenagakerjaan masih baik,” ungkapnya.

Kombinasi data tersebut membuat pasar bergerak hati-hati, sambil tetap mempertahankan optimisme terhadap potensi pemulihan ekonomi global dalam beberapa bulan ke depan.

Proyeksi IHSG dan Risiko Geopolitik

Ke depan, IHSG diproyeksikan berpotensi melanjutkan penguatan hingga level 7.700 pada akhir semester I 2026, apabila ketegangan geopolitik di Timur Tengah benar-benar mereda dan tidak kembali memanas.

Namun, Nico mengingatkan bahwa skenario tersebut sangat bergantung pada perkembangan aktual di kawasan tersebut, khususnya terkait hubungan antara Iran dan Amerika Serikat.

Selain itu, pasar domestik juga akan mencermati arah kebijakan fiskal Indonesia yang diharapkan dapat mendukung stabilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca Juga: Saham di Papan Pengembangan Jadi Perhatian Investor, Awas Ada Risiko Mengintai

“Harapannya pada 18 April nanti betulan ada perdamaian antara AS dan Iran, sehingga IHSG dan pasar global akan kembali melesat,” ungkapnya.

Sektor yang Berpotensi Dilirik Investor

Dalam kondisi pasar saat ini, sejumlah sektor dinilai masih menarik untuk dicermati investor. Sektor berbasis komoditas dan defensif diperkirakan tetap menjadi pilihan utama di tengah ketidakpastian global.

Nico menyebut sektor energi dan finansial masih memiliki peluang menarik untuk dikoleksi. Selain itu, sektor komoditas seperti minyak, emas, dan gas juga dinilai tetap prospektif.

“Sektor komoditas minyak, emas, dan gas juga masih bisa dilirik. Selain itu, sektor consumer goods,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×