kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.868.000   -20.000   -0,69%
  • USD/IDR 17.206   48,00   0,28%
  • IDX 7.634   12,62   0,17%
  • KOMPAS100 1.054   2,19   0,21%
  • LQ45 759   1,54   0,20%
  • ISSI 277   0,40   0,14%
  • IDX30 403   0,28   0,07%
  • IDXHIDIV20 490   1,86   0,38%
  • IDX80 118   0,34   0,29%
  • IDXV30 139   0,96   0,70%
  • IDXQ30 129   0,30   0,23%

IHSG Menguat 2,35% Sepekan, Saham Konglomerasi Jadi Penopang Pasar


Sabtu, 18 April 2026 / 06:15 WIB
IHSG Menguat 2,35% Sepekan, Saham Konglomerasi Jadi Penopang Pasar
ILUSTRASI. IHSG melesat 2,35% dalam sepekan! Namun, ketegangan AS-Iran bisa jadi ancaman tersembunyi. Simak proyeksi dan saham pilihan. (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Dimas Andi | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat kenaikan 2,35% dalam sepekan terakhir dan ditutup di level 7.634 pada perdagangan Jumat (17/4/2026). Pada perdagangan harian, IHSG juga masih mampu menguat 0,17%, meskipun sempat bergerak ke zona merah pada sesi II.

Penguatan IHSG dalam sepekan terakhir mencerminkan masih adanya optimisme investor terhadap pasar saham domestik. Selain itu, kenaikan indeks juga diiringi peningkatan volume pembelian yang menunjukkan minat investor tetap terjaga di tengah berbagai sentimen global dan domestik.

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan, penguatan IHSG turut dipengaruhi oleh perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran yang hingga kini belum menemukan titik temu.

Selain itu, pergerakan harga komoditas juga menjadi salah satu faktor penting. Harga emas yang masih menguat memberikan sentimen positif terhadap saham-saham berbasis komoditas, sementara pelemahan harga minyak dunia turut membantu meredakan tekanan inflasi global.

"Dari domestik, penguatan IHSG ditopang oleh pergerakan saham emiten-emiten konglomerasi," kata dia, Jumat (17/4/2026).

Baca Juga: Investasi Barang Mewah Kurang Likuid, Porsi Ideal 5%–10% dari Aset

Senada, Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang menilai, kenaikan IHSG ditopang oleh antisipasi berbagai aksi korporasi emiten dan koreksi harga minyak mentah dunia.

Dari sisi global, investor masih fokus mencermati perkembangan hubungan antara AS dan Iran. Menjelang berakhirnya periode gencatan senjata selama dua pekan pada 21 April 2026, kedua negara kembali saling melontarkan ancaman yang meningkatkan ketegangan geopolitik.

Pernyataan keras dari kedua pihak, terutama terkait Selat Hormuz, memunculkan kekhawatiran pasar terhadap potensi terganggunya jalur perdagangan minyak dunia. Jika situasi memburuk, ketegangan di kawasan Timur Tengah berpotensi memicu volatilitas pasar keuangan global.

"Investor global juga menantikan apakah gencatan senjata akan diperpanjang atau justru akan terjadi kembali eskalasi konflik yang lebih luas," ujar dia, Jumat (17/4/2026).

Untuk pekan depan, investor diperkirakan akan mencermati sejumlah sentimen penting dari dalam negeri. Salah satu yang paling ditunggu adalah hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang akan digelar pada pertengahan pekan.

Selain keputusan suku bunga acuan, pelaku pasar juga akan memantau data pertumbuhan kredit dan M2 Money Supply yang dapat memberikan gambaran mengenai likuiditas dan aktivitas ekonomi domestik.

Dari luar negeri, sejumlah data ekonomi penting juga akan dirilis sepanjang pekan depan. Dari AS, investor akan menanti data retail sales dan Michigan Consumer Sentiment yang dapat menjadi indikator kekuatan konsumsi masyarakat.

Sementara dari kawasan Eropa, perhatian pasar akan tertuju pada data tingkat pengangguran, inflasi, serta kinerja sektor manufaktur dan jasa dari Inggris.

Adapun dari Asia, investor akan mencermati keputusan kebijakan moneter bank sentral China, serta rilis data neraca perdagangan dan inflasi Jepang yang juga bertepatan dengan pertemuan Bank of Japan.

Baca Juga: Wall Street Melonjak Setelah Iran Nyatakan Selat Hormuz Sepenuhnya Terbuka

Secara teknikal, Alrich menilai IHSG masih bergerak di atas MA5 dan cukup jauh dari MA20. Kondisi ini menunjukkan tren jangka pendek masih relatif positif.

IHSG diperkirakan akan bergerak konsolidatif di kisaran 7.700 hingga 7.750 pada pekan depan sebelum mencoba menembus level MA50 di sekitar 7.719.

Beberapa saham yang dapat diperhatikan investor pada pekan depan antara lain Merdeka Copper Gold, Indocement Tunggal Prakarsa, Sariguna Primatirta, Wismilak Inti Makmur, Ultra Jaya Milk Industry, dan Nickel Industries.

Di sisi lain, Herditya menilai penguatan IHSG pada pekan depan masih cenderung terbatas dengan level support di 7.374 dan resist di 7.673.

Menurutnya, arah pergerakan IHSG akan sangat dipengaruhi oleh keputusan suku bunga BI dan perkembangan negosiasi antara AS dan Iran.

Beberapa saham yang dinilai menarik untuk dicermati investor antara lain Bank Rakyat Indonesia dengan target harga Rp 3.510 hingga Rp 3.610 per saham, Cisarua Mountain Dairy di kisaran Rp 4.790 hingga Rp 4.880 per saham, serta Merdeka Copper Gold dengan target harga Rp 3.470 hingga Rp 3.590 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×