kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.581.000   -14.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.945   33,00   0,18%
  • IDX 6.038   -33,09   -0,54%
  • KOMPAS100 780   -5,04   -0,64%
  • LQ45 598   -3,52   -0,59%
  • ISSI 209   -1,49   -0,71%
  • IDX30 331   -1,84   -0,55%
  • IDXHIDIV20 423   -1,74   -0,41%
  • IDX80 89   -0,54   -0,60%
  • IDXV30 114   -0,37   -0,32%
  • IDXQ30 108   -0,20   -0,19%

IHSG Memerah Mengawali Oktober, Turun 0,13% ke 6.063,4 di Awal Perdagangan


Kamis, 01 Oktober 2026 / 09:32 WIB
Diperbarui Kamis, 01 Oktober 2026 / 09:52 WIB
IHSG Memerah Mengawali Oktober, Turun 0,13% ke 6.063,4 di Awal Perdagangan
ILUSTRASI. IHSG Menguat-Suasana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak fluktuatif cenderung melemah pada awal perdagangan Oktober 2026.

Investor mencermati sentimen eksternal dari bursa Asia dan pasar obligasi global, sekaligus menanti rilis sejumlah data ekonomi domestik.

Mengutip data RTI, Kamis (1/10/2026) pukul 09.13 WIB, IHSG turun 0,13% atau 7,693 poin ke level 6.063,445. Sebanyak 272 saham tercatat melemah, 245 saham menguat, sedangkan 212 saham stagnan.

Baca Juga: Rupiah Dibuka Melemah ke Rp 17.908 Per Dolar AS Hari Ini (1/10), Seluruh Asia Turun

Total volume perdagangan mencapai 7,1 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp 1,25 triliun.

Sembilan indeks sektoral tercatat berada di zona merah dan menekan pergerakan IHSG. Penurunan terdalam terjadi pada sektor teknologi yang tercermin dari IDX-Techno sebesar 1,75%, disusul IDX-Industry yang turun 1% dan IDX-Infra melemah 0,52%.

Di jajaran saham LQ45, penurunan terbesar antara lain terjadi pada PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) yang anjlok 12,50% menjadi Rp 28 per saham.

Selanjutnya, saham PT United Tractors Tbk (UNTR) turun 2,68% ke Rp 26.350 dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) melemah 1,75% ke Rp 2.250.

Sebaliknya, beberapa saham LQ45 masih mampu menguat. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) naik 2,74% menjadi Rp 11.250, PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) menguat 1,55% ke Rp 394, dan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) naik 1,23% ke Rp 2.460.

Baca Juga: Daftar Harga Emas Antam Hari Ini (1/10): Turun Rp 14.000 Jadi Rp 2.581.000 Per Gram

 

Investor Tunggu Data Ekonomi

Perhatian investor selanjutnya tertuju pada sejumlah data ekonomi domestik yang dijadwalkan dirilis Kamis (1/10), terutama inflasi September dan neraca perdagangan Agustus 2026.

Konsensus Reuters memperkirakan neraca perdagangan Indonesia pada Agustus 2026 mencatat surplus sekitar US$630 juta. Sementara itu, inflasi September diproyeksikan meningkat tipis.

Rangkaian data tersebut akan menjadi perhatian pasar untuk melihat perkembangan tekanan eksternal dan daya beli domestik, sekaligus memperkirakan ruang kebijakan Bank Indonesia (BI) di tengah posisi rupiah yang masih berada pada level lemah.

Baca Juga: Tren Investasi Gen Z Berubah, Emas Pecahan Kecil Makin Diminati

Dari eksternal, bursa saham Asia bergerak terbatas pada perdagangan Kamis. Pasar juga masih mencermati tekanan di pasar obligasi global setelah yield meningkat tajam sepanjang September.

Melansir Reuters, Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,2%, sementara indeks KOSPI Korea Selatan melemah 0,14%. Sebaliknya, indeks Nikkei Jepang menguat lebih dari 1%, ditopang kenaikan saham-saham berbasis semikonduktor.

Di pasar saham Amerika Serikat (AS), kontrak berjangka Nasdaq dan S&P 500 masing-masing naik sekitar 0,3%. Sementara itu, kontrak berjangka saham Eropa turun 0,75% pada awal perdagangan.

Sentimen positif dari kinerja Micron Technology juga belum sepenuhnya mendorong pasar Asia. Produsen chip memori tersebut mencatat kinerja positif di tengah lonjakan permintaan yang berkaitan dengan kecerdasan buatan (AI).

"Angka Micron kembali menjadi validasi kuat terhadap permintaan AI dan memori. Namun, pasar mungkin mulai mempertanyakan apakah kita sudah mendekati puncak kelangkaan memori, meskipun permintaan masih melampaui pasokan," kata Charu Chanana, chief investment strategist Saxo.

Menurut Chanana, kondisi makroekonomi global semakin beragam. Data ekonomi AS yang lebih lemah mengurangi tekanan terhadap ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dan yield jangka pendek. Namun, yield jangka panjang masih tinggi sehingga biaya modal tetap menjadi perhatian investor.

Baca Juga: IHSG Diproyeksi Melemah pada Kamis (1/10), Simak 6 Saham Pilihan BNI Sekuritas


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×