kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.581.000   -14.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.954   42,00   0,23%
  • IDX 6.021   -50,44   -0,83%
  • KOMPAS100 777   -7,48   -0,95%
  • LQ45 595   -5,70   -0,95%
  • ISSI 209   -1,79   -0,85%
  • IDX30 330   -3,11   -0,94%
  • IDXHIDIV20 421   -3,89   -0,92%
  • IDX80 89   -0,86   -0,96%
  • IDXV30 114   -0,93   -0,81%
  • IDXQ30 108   -0,69   -0,63%

IHSG Memerah Mengawali Oktober, Turun 0,13% ke 6.063,4 di Awal Perdagangan


Kamis, 01 Oktober 2026 / 09:32 WIB
Diperbarui Kamis, 01 Oktober 2026 / 09:52 WIB
IHSG Memerah Mengawali Oktober, Turun 0,13% ke 6.063,4 di Awal Perdagangan
ILUSTRASI. IHSG Menguat-Suasana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

Yield Treasury Jadi Perhatian

Pasar obligasi menjadi salah satu sumber tekanan bagi investor setelah yield US Treasury meningkat tajam sepanjang September.

Kenaikan biaya energi memicu kekhawatiran terhadap inflasi. Di sisi lain, investasi besar-besaran di sektor AI meningkatkan ekspektasi terhadap pertumbuhan ekonomi. Kombinasi tersebut membuat investor bersiap menghadapi periode suku bunga tinggi yang lebih panjang.

Yield US Treasury 10 tahun sempat mencapai 5,306%, level tertinggi sejak pertengahan Juni 2007.

Sementara itu, yield Treasury 30 tahun berada di 5,634%, setelah menyentuh 5,6517% pada sesi sebelumnya. Level tersebut merupakan yang tertinggi sejak Juni 2002.

Perhatian investor kini tertuju pada kemampuan yield Treasury bertahan di atas level psikologis 5%.

"Dengan utang AS yang telah melampaui US$40 triliun dan kondisi fiskal yang belum menunjukkan perbaikan, level 5% saja secara absolut sebenarnya tidak banyak berarti, terutama jika melihat konteks historisnya," kata Darren Shames, global head of rates sales Nomura.

Menurut Shames, perhatian investor lebih tertuju pada arah dan kecepatan kenaikan suku bunga dibandingkan sekadar level yield.

Baca Juga: Ada Peluang IHSG Menguat di Kamis (1/10), Ini Rekomendasi Saham Pilihan MNC Sekuritas

Ekspektasi Kenaikan Bunga The Fed Menurun

Data yang dirilis Rabu (30/9) menunjukkan inflasi AS pada Agustus meningkat lebih rendah dari perkiraan. Tekanan harga pada Juli juga direvisi lebih rendah.

Data tersebut mendorong pelaku pasar mengurangi taruhan terhadap kenaikan suku bunga The Fed pada 28 Oktober.

Berdasarkan CME FedWatch, peluang kenaikan suku bunga pada Oktober berada di sekitar 38%, turun dari 50% sehari sebelumnya.

The Fed sebelumnya menaikkan suku bunga pada September untuk pertama kalinya dalam tiga tahun dan memberikan sinyal bahwa kenaikan biaya pinjaman masih mungkin berlanjut dalam beberapa bulan mendatang.

Ekspektasi kenaikan suku bunga Oktober juga berkurang setelah Presiden Federal Reserve Bank of New York John Williams mengatakan pada Selasa (29/9) bahwa dirinya melihat "tidak ada urgensi" untuk mengambil langkah lebih lanjut.

Baca Juga: Sempat Terjadi Crossing 114 Juta Saham BBCA, Benarkah Terkait Isu Akuisisi?

Di pasar valuta asing, dolar AS bertahan di dekat level tertinggi dalam dua bulan karena masih mendapat dukungan dari tingginya yield Treasury.

Euro relatif stabil di US$1,1334 setelah melemah sekitar 2,5% sepanjang September. Yen Jepang turun 0,3% menjadi 157,95 per dolar AS setelah menguat sekitar 1,5% pada bulan sebelumnya.

Sementara itu, sejumlah pejabat Bank of Japan melihat perlunya mempercepat kenaikan suku bunga, berdasarkan ringkasan pandangan dalam pertemuan September yang dirilis Kamis.

Di pasar komoditas, harga minyak bergerak relatif datar. Investor mencermati perkembangan pembicaraan damai AS-Iran serta prospek ekspor minyak dari kawasan Timur Tengah.

Harga minyak Brent berada di sekitar US$98,15 per barel setelah melonjak lebih dari 14% sepanjang September, sekaligus mencatat kenaikan selama tiga bulan berturut-turut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×