Reporter: Muhammad Fatih | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tekanan daya beli di tengah ketidakpastian ekonomi mendorong perubahan pola investasi masyarakat, khususnya kalangan generasi Z (Gen Z) dan milenial.
Alih-alih mengurangi minat terhadap emas, kondisi tersebut justru mendorong konsumen beralih ke produk emas dengan gramasi yang lebih kecil. Tren ini terlihat dari perubahan ukuran emas batangan yang paling banyak diminati konsumen.
Baca Juga: IHSG Diproyeksi Melemah pada Kamis (1/10), Simak 6 Saham Pilihan BNI Sekuritas
Kepala Divisi Komersial dan Pengembangan Bisnis PT Galeri Dua Puluh Empat (Galeri 24) Ihdina Intri Rahma mengatakan, jika sebelumnya transaksi emas batangan banyak didominasi pecahan 5 gram hingga 10 gram, kini permintaan bergeser ke ukuran sekitar 1 gram atau bahkan lebih kecil.
"Memang, dengan ekonomi seperti ini, masyarakat mulai lebih aware bahwa emas itu investasi yang aman. Mereka merasa harus berinvestasi di tempat yang lebih aman," ujar Ihdina dalam acara Gold & Jewellery Fair, Rabu (30/9/2026).
Menurut dia, penurunan daya beli tidak serta-merta menghilangkan minat masyarakat untuk berinvestasi di emas.
Sebaliknya, ketidakpastian ekonomi membuat kesadaran terhadap instrumen investasi yang dinilai relatif aman semakin meningkat.
Perubahan tersebut terutama terlihat pada konsumen generasi muda. Galeri 24 mencatat permintaan terhadap emas batangan dengan pecahan 0,01 gram hingga 0,5 gram mulai mendapat perhatian, selain ukuran sekitar 1 gram.
Ihdina mengatakan, emas dengan gramasi kecil menjadi salah satu pilihan bagi generasi muda yang mulai memasukkan investasi ke dalam perencanaan keuangan, tetapi tetap menyesuaikan dengan kemampuan daya beli.
Baca Juga: Ada Peluang IHSG Menguat di Kamis (1/10), Ini Rekomendasi Saham Pilihan MNC Sekuritas
Tren Perhiasan Ikut Bergeser
Pergeseran preferensi Gen Z tidak hanya terlihat pada emas batangan, tetapi juga produk perhiasan emas.
Menurut Ihdina, konsumen Gen Z cenderung memilih perhiasan dengan desain sederhana, berukuran lebih kecil dan dapat digunakan untuk aktivitas sehari-hari.
"Gen Z bukan tipe yang suka flexing dengan perhiasan besar. Mereka lebih memilih yang simple untuk daily maupun kebutuhan momen tertentu," tuturnya.
Perubahan preferensi tersebut menunjukkan bahwa emas bagi generasi muda tidak hanya dipandang sebagai simbol status, tetapi juga mulai ditempatkan sebagai bagian dari kebutuhan finansial sekaligus gaya hidup.
Baca Juga: Sempat Terjadi Crossing 114 Juta Saham BBCA, Benarkah Terkait Isu Akuisisi?
Melihat perubahan pola permintaan tersebut, Galeri 24 menyediakan emas batangan dalam berbagai pecahan, mulai dari 0,01 gram hingga 5 gram.
Tren tersebut turut menjadi salah satu fokus dalam Gold & Jewellery Fair yang digelar di Mal Kota Kasablanka, Jakarta, pada 30 September hingga 4 Oktober 2026.
Dalam pameran tersebut, Galeri 24 menargetkan penjualan hingga 21 kilogram emas. Selain mengejar penjualan, pameran ini juga diarahkan untuk memperkenalkan pilihan investasi emas kepada konsumen, termasuk melalui produk perhiasan.
Galeri 24 juga menyoroti skema buyback sebagai salah satu faktor yang dapat mendukung nilai jual kembali produk emas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














