kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45893,43   -4,59   -0.51%
  • EMAS1.326.000 1,53%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

IHSG masih kebal dari kenaikan harga minyak yang bersifat jangka pendek


Senin, 16 September 2019 / 21:09 WIB
IHSG masih kebal dari kenaikan harga minyak yang bersifat jangka pendek
ILUSTRASI. Bursa Efek Indonesia


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi cukup dalam pada perdagangan hari ini (16/9). Melansir dari RTI Business, IHSG ditutup melemah 1,82% ke level 6219,435.

Dibuka di level 6262,288 IHSG sempat mencapai titik tertingginya di level 6266,140. Namun kemudian IHSG terus melemah hingga keok di level 6219,435.

Baca Juga: Tarif cukai naik, Analis: Kinerja GGRM dan HMSP akan tertekan

Hari ini pula, harga minyak dunia sempat melonjak 11%. Ini adalah akibat dari serangan pesawat tanpa awak (drone) telah membakar dua fasilitas minyak utama yang dijalankan oleh perusahaan milik negara Arab Saudi.

Akibat ledakan ini, produksi Saudi Aramco terganggu 5,7 juta barel per hari. Pasokan minyak dunia juga ikut terganggu.

Namun, kenaikan harga minyak ini tidak begitu banyak berpengaruh terhadap pergerakan IHSG hari ini.

Vice President Research Artha Sekuritas mengatakan, penurunan IHSG hari ini lebih disebabkan oleh pergerakan dua saham emiten rokok yakni PT Gudang Garam Tbk (GGRM, anggota indeks Kompas100) dan PT HM Sampoerna Tbk (HMSP, anggota indeks Kompas100).

Baca Juga: Kenaikan harga komoditas tak berefek besar pada pergerakan IHSG hari ini, kenapa?

Pada pembukaan perdagangan hari ini, kedua saham tersebut sempat turun lebih dari 21%. Kedua saham ini terpukul akibat kebijakan kenaikan cukai hasil tembakau (CHT) sebesar 23% mulai 1 Januari 2020.

“Untuk penurunan hari ini sangat jelas didorong oleh GGRM dan tidak ada kaitannya dengan kilang minyak,” ujar Frederik kepada Kontan.co.id, Senin (16/9).

Frederik menambahkan, GGRM dan HMSP menjadi penyebab utama pelemahan IHSG karena kapitalisasinya yang cukup besar. Selain itu, sektor perbankan juga turut menekan IHSG. “Perbankan juga turun karena investor antisipasi The Fed dan keputusan Bank Indonesia,” tambahnya.

Baca Juga: Kenaikan cukai rokok bikin IHSG melorot 1,82%

Senada, Analis OSO Sekuritas Sukarno Alatas menilai kenaikan harga minyak juga tidak terlalu berpengaruh terhadap pergerakan IHSG hari ini. Hal ini karena saham emiten perminyakan memiliki bobot yang tidak terlalu kecil. “IHSG tidak terlalu terdampak karena bobotnya kecil juga,” ujar Sukarno.

Lebih lanjut, Sukarno memprediksi kenaikan harga minyak ini hanya bersifat jangka pendek. “Belum bisa dipastikan jangka panjangnya apakah akan berlanjut,” pungkas Sukarno.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Practical Business Acumen Supply Chain Management on Sales and Operations Planning (S&OP)

[X]
×