kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   -260.000   -8,33%
  • USD/IDR 16.805   19,00   0,11%
  • IDX 8.330   97,40   1,18%
  • KOMPAS100 1.165   25,83   2,27%
  • LQ45 834   20,52   2,52%
  • ISSI 298   2,18   0,74%
  • IDX30 430   8,24   1,96%
  • IDXHIDIV20 510   9,16   1,83%
  • IDX80 129   2,93   2,32%
  • IDXV30 139   2,61   1,92%
  • IDXQ30 139   3,06   2,26%

IHSG masih dibayangi isu geopolitik


Jumat, 15 September 2017 / 20:04 WIB
IHSG masih dibayangi isu geopolitik


Reporter: Nisa Dwiresya Putri | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 0,35% ke level 5.872,39, Jumat (15/9). Sepekan, performa indeks juga naik 0,26%.

Kondisi geopolitik, serta kebijakan dalam negeri masih membayangi kinerja pasar saham domestik selama sepekan terakhir.

Investor masih mencemaskan kondisi geopolitik di Semenanjung Korea menyusul ancaman rudal Korea Utara. Sebagaimana diketahui Jumat (15/9) waktu setempat, pemerintah Korea Utara kembali menembakkan rudal balistik yang melewati Hokkaido, Jepang, sebelum mendarat di Samudera Pasifik.

“Dari luar negeri terjadi sentimen geopolitik. Dari dalam negeri yaitu adanya usulan PLN terkait harga batubara, sehingga sektor tambang cenderung bearish,” ujar Kepala Riset Paramitra Alfa Sekuritas Kevin Juido. Tetapi pada akhir pekan, Kevin melihat data surplus neraca perdagangan dalam negeri berhasil menopang laju IHSG.

Pekan depan, secara teknikal, Kevin melihat IHSG cenderung sideways. Peluang IHSG menguat masih terbuka jika ketegangan konflik di Semenanjung Korea mereda.

Analis OSO Sekuritas Riska Afriani menilai, sepekan ke depan, konflik Korea Utara dan Amerika Serikat masih akan mempengaruhi IHSG. Di samping itu, investor menanti pengumuman kenaikan suku bunga The Fed.

Sementara itu dari dalam negeri, pelaku pasar masih terfokus terhadap data-data ekonomi dalam negeri yang rilis. “Data neraca perdagangan akan ikut menjadi katalis penggerak indeks di awal pekan,” tutur Riska.

Selain itu, pelau pasar menanti indeks penjualan mobil dan motor bulan Agustus, dan kebijakan suku bunga Indonesia (BI 7days Reverse Repo Rate) pada akhir pekan. Adapun data dari AS yang dapat diperhatikan diantaranya rilis current account AS kuartal II, suku bunga The Fed, dan markit manufacturing index.

Riska memprediksi, pekan depan, IHSG berpeluang menguat di kisaran 5.875-5.898. Sedangkan, Kevin memprediksi IHSG akan bergerak di kisaran 5.758-5.891.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×