kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.946.000   102.000   3,59%
  • USD/IDR 16.807   4,00   0,02%
  • IDX 8.147   24,12   0,30%
  • KOMPAS100 1.146   9,03   0,79%
  • LQ45 833   9,07   1,10%
  • ISSI 287   -1,72   -0,60%
  • IDX30 433   3,38   0,79%
  • IDXHIDIV20 520   5,37   1,04%
  • IDX80 128   1,27   1,00%
  • IDXV30 142   0,85   0,61%
  • IDXQ30 140   0,75   0,54%

IHSG masih akan melemah awal pekan depan


Jumat, 22 Juli 2016 / 20:17 WIB
IHSG masih akan melemah awal pekan depan


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih akan berlanjut tertekan pada awal perdagangan pekan depan. Pasalnya, indeks teknikal indeks masih menunjukkan adanya sinyal negatif.

Lanjar Nafi, analis Reliance Securities mengatakan secara teknikal IHSG mengonfirmasi pola dark cloud cover dengan bearish momentum dibarengi dead-crossnya indikator stochastic pada area overbought. Momentum dari Indikator RSI pun terlihat bearish reversal dengan peluang pelemahan yang cukup besar.

"Sehingga diperkirakan IHSG masih akan melanjutkan tekanan dengan range pergerakan 5.100-5.215." kata Lanjar dalam riset yang diterima KONTAN, Jumat (22/7).

Pada perdagangan akhir pekan ini, IHSG ditutup melemah 19.72 poin atau 0.38% di level 5.197.25 dengan volume yang cenderung moderate. Pelemahan terjadi menjadi momentum aksi jual investor di akhir pekan setelah suku bunga dinyatakan tetap tidak sesuai ekspektasi.

Investor asing pun terlihat melakukan aksi jual dengan cacatan net sell sebesar Rp 230.83 miliar yang merupakan aksi net sell pertama pada bulan ini. Total capital in flow pada minggu ini sebesar Rp 1,97 triliun.

Bursa Asia mayoritas terkoreksi di akhir pekan. Kekecewaan investor yang telah menjual yen terhadap Komentar Kuroda mengenai ketidakmungkinan mengadakan stimulus helicopter uang menjadi pemicu pelemahan bursa di Jepang. Aksi profit taking pada mayoritas bursa di Asia juga terlihat wajar setelah seminggu ini bergerak menguat.

Bursa Eropa bergerak terkonsolidasi mulai memperpanjang pelemahan seiring harga komoditas mulai menurun di tengah tanda-tanda bank sentral di Jepang menjadi waspada dalam memperluas stimulusnya. Beberapa perusahaan besar di Eropa melaporkan kinerja tengah tahun yang di bawah estimasi.

Menurut Lanjar, sentimen selanjutnya yang akan mempengaruhi pergerakan pasar pekan depan di antaranya beberapa data ekonomi Jepang seperti aktivitas export import dan indeks kepercayaan konsumen sebagai tolak ukur stimulus yang akan diberikan BOJ.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×