kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.680   99,00   0,56%
  • IDX 6.599   -124,08   -1,85%
  • KOMPAS100 874   -18,96   -2,12%
  • LQ45 651   -6,79   -1,03%
  • ISSI 238   -4,84   -1,99%
  • IDX30 369   -2,15   -0,58%
  • IDXHIDIV20 456   0,25   0,05%
  • IDX80 100   -1,80   -1,77%
  • IDXV30 128   -1,20   -0,93%
  • IDXQ30 119   -0,20   -0,17%

IHSG langsung masuk zona hijau walau rawan koreksi


Selasa, 28 Agustus 2012 / 09:51 WIB
ILUSTRASI. Presiden Direktur Indonesian Tobacco (ITIC), Djonny Saksono


Reporter: Dyah Ayu Kusumaningtyas |

JAKARTA. Burse Efek Indonesia (BEI) dibuka tepat waktu hari ini setelah kemarin mengalami kendala teknis pada sistem remote trading. Begitu dibuka, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung naik. Pada pukul 09.35 IHSG menanjak 0,23% ke posisi 4.155,09, Selasa (28/8).

Terdapat 50 saham yang reli dan hanya 34 saham yang terkoreksi sementara 85 saham lainnya belum bergeser.

Tujuh sektor hari ini berada di zona hijau. Sektor barang konsumsi menjadi jawara terdepan dengan naik 1,06% dan disusul sektor Industri dasar yang juga naik 0,62%.

Deretan saham-saham berkapitalisasi besar yang menduduki posisi top gainers antara lain PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) yang naik 2,69% ke Rp 21.000, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mendaki 2,33% ke Rp 26.300, dan PT Indofood Sukses MAkmur Tbk (INDF) yang juga terangkat 1,87% ke Rp 5.450.

Adapun posisi top losers diduduki saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang anjlok 2,25% ke Rp 870 dan PT Adaro Energy Tbk (ADRO) yang turun 1,4% ke Rp 1.410.

Kepala Riset Reliance Securities Wilson Sofan memperkirakaan IHSG masih rawan koreksi dan cenderung bergerak di zona negatif. Sebab sentimen sentimen negatif dari regional masih membayangi. Ia memprediksi indeks bergerak antara 4.078-4.150.

"Beberapa indikator teknikal menunjukkan kondisi angka indeks yang relatif cukup tinggi," jelas Wilson, Selasa (28/8). Dia menyarankan pemodal melakukan trading dengan orientasi jangka pendek dan mengurangi portofolio untuk memperkecil resiko. Ia pun merekomendasikan jual pada saham ASRI, JPFA, dan beli untuk IMAS dan WIKA.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×