kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45963,73   -4,04   -0.42%
  • EMAS1.310.000 -1,06%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

IHSG ke Level 6.909,55 Sesi I Selasa (15/8), Setelah Surplus Perdagangan RI Menyusut


Selasa, 15 Agustus 2023 / 12:18 WIB
IHSG ke Level 6.909,55 Sesi I Selasa (15/8), Setelah Surplus Perdagangan RI Menyusut
ILUSTRASI. Pekerja memotret layar yang menampilkan pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia, Jakarta,


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak fluktuaktif pada perdagangan sesi pertama, Selasa (15/8). Mengutip RTI, indeks turun tipis 0,01% atau 0,614 poin ke level 6.909,558.

Tercatat 294 saham naik, 226 saham turun, dan 207 saham stagnan. Total volume perdagangan 11,5 miliar saham dengan nilai transaksi 5,7 triliun.

Sebanyak tujuh indeks sektoral masih menopang langkah IHSG sesi pagi. Dengan sektor IDXEnergy memimpin kenaikan 1,82%. Sementara, IDXTechno jadi sektor dengan penurunan terdalam 0,30%.

Baca Juga: IHSG Bergerak Variatif, Cek Rekomendasi Saham INDF, EXCL, ERAA, ACES, BIPI, dan CTRA

Saham-saham top losers LQ45:

- PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) turun 2,61% ke Rp 149

- PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) turun 1,68% ke Rp 5.850

- PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) turun 1,68% ke Rp 234

 

Saham-saham top gainers LQ45:

- PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) naik 4,37% ke Rp 1.075

- PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) naik 4,32% ke Rp 1.450

- PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES) naik 3,62% ke Rp 715

Baca Juga: IHSG Dibuka Fluktuaktif Cenderung Turun ke 6.904,6 Selasa (15/8) Pagi

Asal tahu, surplus neraca perdagangan Indonesia menyusut lebih dari yang diperkirakan di bulan Juli menjadi US$1,31 miliar. Dipicu oleh angka impor turun lebih sedikit dari yang diperkirakan.

Jajak pendapat Reuters terhadap para ekonom memperkirakan, surplus di bulan Juli sebesar US$2,53 miliar. Surplus neraca perdagangan di bulan sebelumnya sebesar US$3,46 miliar.

Surplus neraca perdagangan RI terbesarnya pada tahun lalu karena ekspor melonjak, didorong oleh lonjakan komoditas global.

Surplus tersebut telah menyempit tahun ini karena ekspor menurun di tengah-tengah penurunan harga-harga komoditas

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×