kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45949,73   8,09   0.86%
  • EMAS1.029.000 -0,10%
  • RD.SAHAM -0.04%
  • RD.CAMPURAN -0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

IHSG Hari Ini Longsor, Harga Saham Bank-Bank Besar Ini Rontok Serentak


Rabu, 16 November 2022 / 17:25 WIB
IHSG Hari Ini Longsor, Harga Saham Bank-Bank Besar Ini Rontok Serentak
ILUSTRASI. Reporter salah satu stasiun televisi melaporkan pergerakan IHSG di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta.


Reporter: Hasbi Maulana | Editor: Hasbi Maulana

KONTAN.CO.ID - Pada akhir sesi perdagangan, Rabu (16/11) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini turun lumayan dalam. Sempat menguat pada awal perdagangan, IHSG berangsur turun lagi.

Ketika Bursa Efek Indonesia (BEI) menutup hari perdagangan, IHSG hari ini berada di angka indeks 7.014,38. Itu berarti dalam tempo 7 jam perdagangan, indeks IHSG hari ini turun sedalam 0,30%.

Penurunan IHSG hari ini tersebut ternyata sejalan dengan penurunan cuaca indeks sektoral. Dari 11 indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia, sembilan di antaranya negatif.

Mereka adalah sektor IDX Sektor Kesehatan (-0,03%), IDX Sektor Energi (-0,09%), IDX Sektor Transportasi & Logistik (-0,12%), IDX Sektor Perindustrian (-0,15%), IDX Sektor Keuangan (-0,49%), IDX Sektor Barang Konsumen Non-primer (-0,50%), IDX Sektor Properti & Real Estat (-1,02%), IDX Sektor Infrastruktur (-1,28%) dan IDX Sektor Barang Baku (-1,85%).

Adapun dua indeks sektoral yang positif alias naik adalah sektor IDX Sektor Teknologi (1,28%) dan IDX Sektor Barang Konsumen Primer (0,12%).

Tampak bahwa penurunan terdalam perdagangan ini menimpa indeks sektor IDX Sektor Kesehatan. Adapun kenaikan paling tinggi dialami indeks sektor IDX Sektor Teknologi.

Situasi bursa saham secara menyeluruh bisa terpantau dengan sekali pandang. Lewat laman Pusat Data KONTAN, kita bisa menimbang situasi bursa saham terkini dengan mudah, tanpa perlu mencermati pergerakan angka indeks satu demi satu.

Jika Anda ingin mencoba, silakan mengakses kanal Pusat Data KONTAN. Dalam sekejap, tanpa perlu klik atau ketuk menu apapun, pergerakan keseluruhan harga saham di Bursa Efek Indonesia.

Baca Juga: IHSG Turun Lumayan Dalam, Saham BUKA Naik dan Saham GOTO Meloncat

Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI)

Rabu (16/11) saham BBRI (Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk) ditutup memerah. Ketika bursa menutup hari perdagangan, saham BBRI berada di harga Rp 4.520 per saham.

Dibandingkan dengan harga sebelumnya (Rp 4.580), berarti harga saham BBRI turun 1,31%. Pada awal perdagangan, saham BBRI dibuka di atas harga penutupan sebelumnya, tepatnya Rp 4.590 per saham.

Sempat menyentuh harga tertinggi Rp 4.610 dan harga terendah Rp 4.490, saham BBRI ditutup turun Rp 60 dalam sehari.

Pada saat penutupan, harga permintaan (bid) tertinggi Rp 4.510 per saham. Di lain sisi, harga penawaran (offer) terendah di Rp 4.520 per saham.

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat total nilai transaksi saham BBRI mencapai Rp 1.132,50 miliar. Adapun total volume saham yang ditransaksikan mencapai 2.499.005 lot.

Baca Juga: BRI Targetkan Kredit Tumbuh 9%-11% Tahun Depan

Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI)

Rabu (16/11) saham BBNI (Bank Negara Indonesia Tbk) ditutup memerah. Ketika bursa menutup hari perdagangan, saham BBNI berada di harga Rp 9.100 per saham.

Dibandingkan dengan harga sebelumnya (Rp 9.125), berarti harga saham BBNI turun 0,27%. Pada awal perdagangan, saham BBNI dibuka sama dengan harga penutupan sebelumnya, tepatnya Rp 9.125 per saham.

Sempat menyentuh harga tertinggi Rp 9.125 dan harga terendah Rp 8.875, saham BBNI ditutup turun Rp 25 dalam sehari.

Pada saat penutupan, harga permintaan (bid) tertinggi Rp 9.075 per saham. Di lain sisi, harga penawaran (offer) terendah di Rp 9.100 per saham.

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat total nilai transaksi saham BBNI mencapai Rp 378,90 miliar. Adapun total volume saham yang ditransaksikan mencapai 421.017 lot.

Baca Juga: Rekap Kinerja Emiten BUMN: Bank dan Tambang Moncer, Konstruksi Masih Tertekan

Bank Tabungan Negara (BBTN)

Rabu (16/11) saham BBTN (Bank Tabungan Negara (Persero)) ditutup memerah. Ketika bursa menutup hari perdagangan, saham BBTN berada di harga Rp 1.515 per saham.

Dibandingkan dengan harga sebelumnya (Rp 1.525), berarti harga saham BBTN turun 0,66%. Pada awal perdagangan, saham BBTN dibuka sama dengan harga penutupan sebelumnya, tepatnya Rp 1.525 per saham.

Sempat menyentuh harga tertinggi Rp 1.535 dan harga terendah Rp 1.505, saham BBTN ditutup turun Rp 10 dalam sehari.

Pada saat penutupan, harga permintaan (bid) tertinggi Rp 1.510 per saham. Di lain sisi, harga penawaran (offer) terendah di Rp 1.515 per saham.

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat total nilai transaksi saham BBTN mencapai Rp 10,90 miliar. Adapun total volume saham yang ditransaksikan mencapai 72.020 lot.

Baca Juga: BTN akan Rights Issue Rp 4,13 Triliun, Kementerian BUMN Optimis BTN Makin Ekspansif

Saham Bank Mandiri (BMRI)

Rabu (16/11) saham BMRI (Bank Mandiri (Persero) Tbk) ditutup memerah. Ketika bursa menutup hari perdagangan, saham BMRI berada di harga Rp 10.000 per saham.

Dibandingkan dengan harga sebelumnya (Rp 10.250), berarti harga saham BMRI turun 2,44%. Pada awal perdagangan, saham BMRI dibuka di bawah harga penutupan sebelumnya, tepatnya Rp 10.100 per saham.

Sempat menyentuh harga tertinggi Rp 10.175 dan harga terendah Rp 9.900, saham BMRI ditutup turun Rp 250 dalam sehari.

Pada saat penutupan, harga permintaan (bid) tertinggi Rp 9.975 per saham. Di lain sisi, harga penawaran (offer) terendah di Rp 10.000 per saham.

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat total nilai transaksi saham BMRI mencapai Rp 640,40 miliar. Adapun total volume saham yang ditransaksikan mencapai 641.450 lot.

Baca Juga: Bank Mandiri Telah Salurkan KUR Rp 185,05 Triliun hingga Oktober

Saham Bank Central Asia (BBCA)

Rabu (16/11) saham BBCA (Bank Central Asia Tbk) ditutup memerah. Ketika bursa menutup hari perdagangan, saham BBCA berada di harga Rp 8.600 per saham.

Dibandingkan dengan harga sebelumnya (Rp 8.800), berarti harga saham BBCA turun 2,27%. Pada awal perdagangan, saham BBCA dibuka di bawah harga penutupan sebelumnya, tepatnya Rp 8.625 per saham.

Sempat menyentuh harga tertinggi Rp 8.675 dan harga terendah Rp 8.550, saham BBCA ditutup turun Rp 200 dalam sehari.

Pada saat penutupan, harga permintaan (bid) tertinggi Rp 8.575 per saham. Di lain sisi, harga penawaran (offer) terendah di Rp 8.600 per saham.

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat total nilai transaksi saham BBCA mencapai Rp 1.233,90 miliar. Adapun total volume saham yang ditransaksikan mencapai 1.435.855 lot.

Baca Juga: Review Bursa: Saham BBCA Menguat, GOTO Stagnan Selasa (15/11)

Saham Bank Syariah Indonesia (BRIS)

Rabu (16/11) saham BRIS () ditutup memerah. Ketika bursa menutup hari perdagangan, saham BRIS berada di harga Rp 1.360 per saham.

Dibandingkan dengan harga sebelumnya (Rp 1.375), berarti harga saham BRIS turun 1,09%. Pada awal perdagangan, saham BRIS dibuka sama dengan harga penutupan sebelumnya, tepatnya Rp 1.375 per saham.

Sempat menyentuh harga tertinggi Rp 1.380 dan harga terendah Rp 1.355, saham BRIS ditutup turun Rp 15 dalam sehari.

Pada saat penutupan, harga permintaan (bid) tertinggi Rp 1.355 per saham. Di lain sisi, harga penawaran (offer) terendah di Rp 1.360 per saham.

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat total nilai transaksi saham BRIS mencapai Rp 6,30 miliar. Adapun total volume saham yang ditransaksikan mencapai 46.043 lot.

Baca Juga: Perbankan Syariah Makin Gencar Lakukan Digitalisasi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×