kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.894.000   23.000   1,23%
  • USD/IDR 16.400   -20,00   -0,12%
  • IDX 7.142   47,86   0,67%
  • KOMPAS100 1.041   10,44   1,01%
  • LQ45 812   9,62   1,20%
  • ISSI 224   0,88   0,39%
  • IDX30 424   4,46   1,06%
  • IDXHIDIV20 504   1,88   0,37%
  • IDX80 117   1,34   1,15%
  • IDXV30 119   0,16   0,14%
  • IDXQ30 139   1,43   1,04%

IHSG Diprediksi Sudah Mulai Masuk Fase Bearish, Ini yang Perlu Dilakukan


Rabu, 08 Maret 2023 / 09:30 WIB
IHSG Diprediksi Sudah Mulai Masuk Fase Bearish, Ini yang Perlu Dilakukan
IHSG Diprediksi Sudah Mulai Masuk Fase Bearish, Ini yang Perlu Dilakukan


Reporter: Aris Nurjani, Helvana Yulian | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali turun ke bawah level 6.800. 

Pada perdagangan Selasa (7/3), IHSG turun 0,59% ke level 6.766,76. 

Sepekan terakhir, IHSG ambles 1,12% dan merosot 1,22% sejak awal tahun ini.

IHSG berpotensi memasuki fase krisis. Dalam skenario bearish, IHSG bisa turun ke 6.500. 

Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Sukarno Alatas mengatakan, sentimen penggerak indeks yang paling dominan adalah sikap bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve yang masih hawkish. Utamanya terkait suku bunga acuan.

Baca Juga: IHSG Dibuka Melemah Pada Perdagangan Rabu (8/3), Sektor Energi Tergelincir

"Kalau dibilang tanda krisis pada IHSG bisa jadi. Secara teknikal pada chart bulanan, pola IHSG sekilas akan membentuk double top," ujar Sukarno, Selasa (7/3).

Menurut Sukarno, jika The Fed menaikkan suku bunga secara agresif, IHSG bisa melemah ke 6.500.

Bahkan dalam skenario bearish, IHSG bisa turun hingga 6.300.

Karena itu, Sukarno menyarankan investor wait and see terlebih dahulu. 

Sedangkan untuk saham yang valuasinya mahal, bisa dikurangi dan mulai cicil jika sinyal transisi saham kembali muncul.

Sementara itu, Research & Consulting Manager Infovesta Utama Nicodimus Kristiantoro mengatakan, untuk jangka panjang, ada peluang beli beberapa saham, seperti BBCA, BMRI, BBNI dan BBRI.

 

Lembaga riset Algo Reseach dalam laporannya kemarin menuliskan, bulan ini menjadi saat yang tepat untuk melakukan penjualan ataupun mengurangi kerugian untuk melindungi modal.

Baca Juga: IHSG Diprediksi Lanjut Koreksi Pada Rabu (8/3), Ini Saham Defensif yang Dapat Cermati

Selain itu, investor disarankan meningkatkan posisi kas. Pasalnya, kondisi likuiditas IHSG memburuk. 

Apalagi, jelang puasa dan lebaran, biasanya likuiditas akan menipis, disertai tekanan jual besar jelang libur panjang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004 Digital Marketing for Business Growth 2025 : Menguasai AI dan Automation dalam Digital Marketing

[X]
×