Reporter: Muhammad Alief Andri | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat tipis 0,01% ke level 9.134 pada perdagangan Selasa (20/1/2026). Sepanjang sesi, pergerakan IHSG cenderung terbatas dan mulai tertahan aksi profit taking setelah mencatatkan rekor tertinggi dalam beberapa hari terakhir.
Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, menilai tekanan pasar datang dari pelemahan nilai tukar rupiah yang mendekati level Rp17.000 per dolar AS, meningkatnya tensi geopolitik global, serta sikap wait and see pelaku pasar menjelang keputusan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia.
“Meski menguat terbatas, IHSG masih berada dalam tren bullish dan sempat mencetak all time high intraday di level 9.174,” ujar Reza kepada Kontan, Selasa (20/1/2026).
Baca Juga: IHSG Menguat 0,01% ke 9.134 pada Selasa (20/1), EXCL, ADMR, JPFA Top Gainers LQ45
Namun, Reza memperkirakan IHSG berpeluang mengalami koreksi sehat (healthy pullback) pada perdagangan Rabu (21/1/2026). Ia memproyeksikan area support di level 9.110 dan resistance di kisaran 9.170. Potensi koreksi ini sejalan dengan pelemahan rupiah serta dinamika sentimen global dan pergerakan harga komoditas.
Untuk strategi trading jangka pendek, Reza merekomendasikan beberapa saham yang patut dicermati, yakni ARCI dengan area beli Rp1.960–Rp1.980 dan target resistance Rp2.050–Rp2.110, ADMR di rentang beli Rp2.030–Rp2.060 dengan resistance Rp2.100–Rp2.230, serta SGER pada area beli Rp550–Rp570 dengan target resistance Rp610–Rp635.
Selanjutnya: Ambang Batas Parlemen Diusulkan 3,5% pada Pemilu 2029
Menarik Dibaca: Hujan Turun Sepanjang Hari, Ini Prakiraan BMKG Cuaca Besok (21/1) di Jakarta
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













