kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

IHSG anjlok pada perdagangan sesi I, ini kata analis


Senin, 05 Agustus 2019 / 13:41 WIB


Reporter: Yasmine Maghfira | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hingga akhir perdagangan sesi I, Senin (5/8), Indeks Harga Gabungan (IHSG) ditutup turun 1,75% ke 6.229,32. Analis Jasa Utama Capital Chris Apriliony menyatakan ada beberapa faktor yang menyebabkan HSG terkoreksi dalam.

Antara lain kurs rupiah yang melemah, indeks PMI China yang turun, serta produk domestik bruto (PDB) Indonesia yang diprediksikan juga rendah. Sekadar informasi, Badan Pusat Statisk (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2019 berada di level 5,05%.

Baca Juga: Kinerja unitlink saham turun di bulan Juli 2019

Hal itu juga dituliskan oleh analis Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus yang menilai penurunan signifikan IHSG diiringi dari internal maupun eksternal. Meski beberapa rilis data sudah sesuai skema dan target pemerintah, tetapi pelaku pasar juga terlihat pesimis ketika rilis data PMI manufaktur yang berada pada fase kontraksi atau perlambatan pada aktivitas perusahaan manufaktur.

Tercatat, manufacturing PMI China turun dari 50,6 menjadi 49,6. Hal tersebut merupakan penurunan pertama sektor ini dalam waktu enam bulan terakhir.  "Isu blackout listrik PLN Pulau Jawa-Bali kemarin juga menjadi faktor tambahan," tambah Chris kepada kontan.co.id, Senin (5/8).

Baca Juga: IHSG anjlok 110 poin ke 6.229 hingga akhir perdagangan sesi I

Herditya Wicaksana, analis MNC Sekuritas memperkirakan pelemahan IHSG hari ini karena respons pasar atas memanasnya kembali perang dagang antara Amerika Serikat dan China. Trump kembali mengenakan tarif tambahan 10% atas barang-barang impor dari China per 1 September 2019 nanti.

Herditya juga menambahkan melemahnya rupiah terhadap dolar menjadi faktor tambahan. Selain itu, baik Chris ataupun Herditya sama-sama menyatakan hari ini IHSG akan cukup sulit bertahan di level di atas 6.300. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×