kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

IHSG anjlok ke level 5.966,86 pada sesi I perdagangan, ini penyebabnya


Jumat, 31 Januari 2020 / 15:03 WIB
ILUSTRASI. Karyawan melewati monitor pergerakan angka Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Plaza Bank Mandiri, Jakarta, Jumat (24/1/2020). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 1,50% ke level 5.966,86 pada sesi I perdagangan Jumat (31/1). ANTARA FOTO/Aprillio A


Reporter: Nur Qolbi | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 1,50% ke level 5.966,86 pada sesi I perdagangan Jumat (31/1). Bahkan, IHSG sempat menyentuh level 5.957,11 yang menjadi tingkat terendah sebulan terakhir.

Analis Jasa Utama Capital Sekuritas Chris Apriliony mengatakan, penurunan IHSG pada sesi I perdagangan hari ini disebabkan oleh kekhawatiran investor terhadap pertumbuhan ekonomi China.

Baca Juga: Update IHSG: Bursa rontok, seluruh sektor merah membara (31/1 - 14:20 WIB)

"Pertumbuhan ekonomi negara ini diprediksi akan kembali turun akibat virus Corona yang melanda serta penyebarannya," kata Chris saat dihubungi Kontan.co.id, Jumat (31/1).

Seorang ekonom pemerintah China pada Rabu (29/1) mengatakan, pertumbuhan ekonomi China bisa turun menjadi 5% atau bahkan lebih rendah karena wabah virus Corona. 

Berdasarkan Peta Penyebaran Virus Corona atau 2019-nCoV, per 30 Januari 2020 pukul 21.30 WIB,, virus ini telah merenggut 213 nyawa dan menyebar ke lebih dari 15 negara.

Baca Juga: Net sell asing Rp 515,373 miliar, IHSG jatuh 1,50% ke 5.966,86 di sesi I perdagangan

Kepala Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell juga mengakui risiko perlambatan pertumbuhan ekonomi China dalam jangka pendek karena virus Corona, termasuk perekonomian Amerika Serikat.




TERBARU

[X]
×