kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.592.000   20.000   0,78%
  • USD/IDR 17.918   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.094   62,48   1,04%
  • KOMPAS100 785   10,40   1,34%
  • LQ45 602   8,03   1,35%
  • ISSI 213   1,61   0,76%
  • IDX30 334   4,21   1,27%
  • IDXHIDIV20 427   4,86   1,15%
  • IDX80 90   1,14   1,28%
  • IDXV30 117   0,96   0,83%
  • IDXQ30 109   1,31   1,21%

IHSG Anjlok 1,88% ke 6.031,28, Simak Proyeksi untuk Jumat (9/10)


Kamis, 08 Oktober 2026 / 17:28 WIB
IHSG Anjlok 1,88% ke 6.031,28, Simak Proyeksi untuk Jumat (9/10)
ILUSTRASI. IHSG ditutup melemah 1,88% atau 115,44 poin ke level 6.031,28 pada perdagangan Kamis (8/10/2026).     (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Shabrina Almaira | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Kamis (8/10/2026). IHSG melemah 1,88% atau 115,44 poin ke level 6.031,28.

Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang mengatakan, sentimen negatif berasal dari menguatnya harga minyak lebih dari 4% setelah muncul laporan bahwa Pemerintah Amerika Serikat (AS) berencana melakukan serangan masif terhadap Iran. 

Selain itu, penghentian produksi minyak mentah lebih dari 510 barel per hari oleh sejumlah produsen di Teluk Meksiko akibat badai tropis turut mendorong kenaikan harga minyak. 

Sentimen negatif lainnya berasal dari berbagai isu domestik, seperti melemahnya rupiah 0,08% ke level Rp 17.890 per dolar AS.

Baca Juga: Tambah Saham SRTG, Edwin Soeryadjaya Gelontorkan Rp 574,76 Juta

Secara teknikal, Alrich mengatakan, IHSG ditutup di bawah MA5 dan MA10 dengan volume jual yang meningkat. Menurutnya, level 6.000 menjadi area penting yang perlu dicermati.

Jika IHSG mampu bertahan di atas 6.000 dan kembali rebound, indeks berpeluang membentuk pola double bottom. Namun, apabila IHSG ditutup di bawah level tersebut, indeks berpotensi melanjutkan pelemahan menuju area 5.800-5.900.

Sementara itu, Analis Investindo Nusantara Sekuritas Pandhu Dewanto menjelaskan, IHSG masih lesu akibat tekanan capital outflow yang belum tampak mereda.

Menurut Pandhu, pelemahan pasar juga terjadi di bursa global yang terkoreksi seiring lonjakan harga minyak mentah lebih dari 4%. Kondisi tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi dan outlook suku bunga yang lebih hawkish.

Untuk perdagangan Jumat (9/10/2026), Pandhu memperkirakan, IHSG bergerak dalam rentang support-resistance 5.850–6.216.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU

[X]
×