kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.889.000   43.000   2,33%
  • USD/IDR 16.800   4,00   0,02%
  • IDX 6.262   8,20   0,13%
  • KOMPAS100 896   3,65   0,41%
  • LQ45 707   -0,42   -0,06%
  • ISSI 194   0,88   0,46%
  • IDX30 372   -0,72   -0,19%
  • IDXHIDIV20 450   -1,01   -0,22%
  • IDX80 102   0,35   0,35%
  • IDXV30 106   0,47   0,45%
  • IDXQ30 122   -0,87   -0,70%

Ibu kota negara pindah ke Kalimantan Timur, emiten ini dapat untung


Senin, 26 Agustus 2019 / 19:17 WIB
Ibu kota negara pindah ke Kalimantan Timur, emiten ini dapat untung
ILUSTRASI. Batching Plant Waskita Beton Precast


Reporter: Benedicta Prima | Editor: Tendi Mahadi

Guna memenuhi pendanaan, pada kuartal IV-2019, WSBP berencana menerbitkan obligasi Penawaran Umum Berkelanjutan I Tahap II dengan besaran Rp 1,5 triliun. Ini merupakan kelanjutan dari penawaran obligasi yang sebelumnya membidik dana Rp 500 miliar. 

PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON, anggota indeks Kompas100) juga tengah membangun pabrik baru di Kalimantan Timur. Direktur Keuangan WTON Imam Sudiyono mengatakan hal ini sejalan dengan wacana pemindahan ibu kota baru, terutama untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur. 

Baca Juga: United Tractors (UNTR) masih mencari tambang emas baru

Pabrik tersebut akan dibangun seluas 26 hektare. Adapun, dana yang telah disiapkan perseroan untuk pembangunan pabrik adalah sebesar Rp 100 miliar. Nantinya, pabrik tersebut dapat memproduksi 60-100 batang tiang pancang per hari. 

Emiten lain, yang memiliki aset di sana adalah PT Astra Internasional Tbk (ASII, anggota indeks Kompas100). Emiten tersebut memiliki pelabuhan yang dikelola oleh PT Pelabuhan Penajam Banua Taka atau dikenal dengan sebutan Astra Infra Port-Eastkal. Adapun, pelabuhan itu merupakan shore base untuk industri minyak dan gas, industri pertambangan serta aktivitas bisnis grup Astra. 

Mengenai pemindahan ibu kota tersebut, Head of Investor Relation ASII Tira Ardianti melihat pembangunan tersebut akan memberikan dampak bagi bisnis Astra. Kendati begitu, dia belum mau banyak berkomentar. 

"Belum ada kajian. Saya rasa semua pihak masih mencermati dulu hal ini," jelas dia saat dihubungi Kontan.co.id, Senin (26/8). 

Baca Juga: Ingin punya tol sepanjang 500 km, ASII fokus garap sektor infrastruktur

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU

[X]
×