kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45963,73   -4,04   -0.42%
  • EMAS1.310.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

HRUM Catatkan Pendapatan US$ 925,52 Juta pada Tahun 2023, Ini Rekomendasi Sahamnya


Rabu, 03 April 2024 / 05:00 WIB
HRUM Catatkan Pendapatan US$ 925,52 Juta pada Tahun 2023, Ini Rekomendasi Sahamnya
ILUSTRASI. PT Harum Energy Tbk (HRUM) mencatatkan pendapatan sebesar US$ 925,52 juta di tahun 2023.


Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Harum Energy Tbk (HRUM) mencatatkan pendapatan sebesar US$ 925,52 juta di tahun 2023.

Melansir keterbukaan informasi BEI, meskipun pendapatan berhasil naik, tetapi laba HRUM tercatat turun di tahun lalu.

HRUM mencatatkan pendapatan sebesar US$ 925,52 juta di tahun 2023. Raihan ini naik 2,33% dari total pendapatan HRUM di tahun 2022 sebesar US$ 904,43 juta.

Jika dirinci, pendapatan dari kontrak dengan pelanggan sebesar US$ 914,87 juta di sepanjang tahun lalu. Sisanya, sebesar US$ 10,64 juta berasal dari pendapatan sewa.

Baca Juga: Harum Energy (HRUM) Catatkan Pendapatan US$ 925,52 Juta pada Tahun 2023

Beban pokok pendapatan dan beban langsung tercatat sebesar US$ 543,11 juta di tahun 2023, naik dari US$ 362,94 juta di tahun 2022.

Alhasil, laba bruto HRUM sebesar US$ 382,40 juta di akhir tahun lalu, turun dari US$ 541,49 juta per akhir 2022.

Setelah diakumulasikan dengan beban dan pendapatan lainnya, HRUM mengantongi laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 151,04 juta pada akhir tahun lalu. Angka ini turun 49,9% dari US$ 301,75 juta di tahun 2022.

HRUM juga baru saja melakukan pengambilan bagian saham baru PT Blue Sparking Energy (BSE). 

Melansir keterbukaan informasi BEI, HRUM mengakuisisi Blue Sparking Energy melalui anak perusahaan, PT Tanito Harum Nickel Industry (THN). THN adalah perseroan terbatas yang bergerak dalam bidang aktivitas perusahaan holding, yang menjalankan investasi pada pertambangan nikel dan pengolahannya.

Blus Sparking Energy adalah perseroan terbatas yang menjalankan usaha di bidang pengolahan dan pemurnian nikel. Saat ini, BSE sedang mengembangkan proyek high-pressure acid leaching (HPAL) yang berlokasi di Indonesia Weda Bay Industrial Park, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara. 

Proyek HPAL dari BSE itu dirancang untuk memproduksi nickel-cobalt hydroxide intermediate (MHP - Mixed Hydroxide Precipitate) dengan kapasitas terpasang tahunan sekitar 67.000 ton atau 10% setara nikel dan sekitar 7.500 ton atau 10% kobalt, termasuk dengan fasilitas dan infrastruktur pendukungnya.

Pengambilan bagian atas saham BSE tersebut dilakukan melalui konversi atas sebagian pinjaman yang diberikan oleh THN kepada BSE menjadi saham dalam BSE sesuai dengan ketentuan Perjanjian Fasilitas Pinjaman tertanggal 29 September 2023. 

“Perseroan telah mengumumkan keterbukaan informasi terkait dengan perjanjian tersebut pada tanggal 2 Oktober 2023,” ujar Direktur Utama HRUM Ray A Gunara dalam keterbukaan informasi. 

Baca Juga: Makin Fokus di Bisnis Nikel, Harum Energy (HRUM) Akuisisi Blue Sparking Energy

Dalam transaksi ini, BSE menerbitkan 1.040.817 lembar saham baru, sebagai pelaksanaan konversi atas sebagian utang BSE kepada THN sebesar US$ 206.169.037 atau dalam rupiah nilainya setara menjadi 51% saham dalam modal ditempatkan dan disetor BSE. 

Sebelum transaksi, 99,9% saham BSE dipegang oleh Tanjung Development Investment Pte. Ltd (TDI). Lalu, sebesar 0,1% dipegang oleh J&L International Investment Limited. Dengan transaksi tersebut, maka TDI memegang 49% saham BSE. Sementara, THN memegang 51% saham BSE. 

“Saat ini, proyek BSE berada dalam tahapan konstruksi dan ditargetkan untuk dapat memulai operasi komersil pada awal tahun 2026,” paparnya.

Analis NH Korindo Sekuritas Axell Ebenhaezer melihat, akuisisi BSE sesuai dengan strategi makro HRUM untuk diversifikasi dari batu bara ke nikel.

“Ini akan membuka peluang pasar baru bagi HRUM dan membantu menopang pendapatannya ke depan,” ujarnya kepada Kontan, Selasa (2/4).

Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Miftahul Khaer melihat, penurunan laba disebabkan oleh kenaikan pada sisi beban beban yang membuat laba bersih atau sisi bottom line dari HRUM menjadi menurun.

“Terkait dengan aksi akuisisi BSE, kami melihat langkah tersebut cukup positif,” ujarnya kepada Kontan, Selasa (2/4).

Khaer melihat, kinerja HRUM bakal prospektif didorong oleh lini bisnis nikel, di mana pada awal tahun ini smelter HRUM akan mulai beroperasi secara komersial.

“Ini merupakan hal yang positif di mana ke depanya akan mendorong serta memaksimalkan sisi pendapatan HRUM,” tuturnya.

Pada saat ini, HRUM tercatat memiliki total kapasitas produksi terpasang tahunan konsolidasian sebesar lebih dari 80.000 ton nikel.

“Meski begitu, perlu diperhatikan bahwa saat ini harga nikel global masih cenderung volatil,” paparnya.

Khaer pun merekomendasikan buy on breakout untuk HRUM dengan target harga Rp 1.500 per saham.

 

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana melihat, pergerakan saham di level support Rp 1.365 per saham dan resistance Rp 1.415 per saham. Herditya pun merekomendasikan trading buy untuk HRUM dengan target harga Rp 1.440 - Rp 1.470 per saham.

Pengamat Pasar Modal & Founder WH-Project William Hartanto melihat, pergerakan saham HRUM support Rp 1.325 per saham dan resistance Rp 1.445 - Rp 1.500 per saham, dengan tren menguat. William pun merekomendasikan buy untuk HRUM dengan target harga Rp 1.445 - Rp 1.500 per saham.

Analis Phillip Sekuritas Indonesia, Joshua Marcius melihat, saham HRUM sedang bergerak dalam trend bullish dan memantul pada area dynamic support EMA90, sehingga berpotensi untuk melanjutkan penguatan ke level Rp 1.475 per saham selama bergerak di atas area support Rp 1.310 per saham.

“Rekomendasi yang dapat dipertimbangkan untuk HRUM adalah beli dengan target harga Rp 1.475 per saham,” ungkapnya kepada Kontan, Selasa (2/4).

Selanjutnya: Promo Superindo Spesial THR Wafer Tango dan Nabati Diskon 40%, Segera Berakhir Besok!

Menarik Dibaca: Peringatan Dini Cuaca Hari Ini (3/4) Hujan Deras & Petir di Provinsi Berikut

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×