kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45927,64   6,18   0.67%
  • EMAS1.325.000 -1,34%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Hore, Sriwahana Adityakarta (SWAT) kembali raup laba di semester I-2021


Senin, 30 Agustus 2021 / 10:45 WIB
Hore, Sriwahana Adityakarta (SWAT) kembali raup laba di semester I-2021
ILUSTRASI. Pabrik kertas PT Sriwahana Adityakarta Tbk (SWAT)


Reporter: Vina Elvira | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sriwahana Adityakarta Tbk (SWAT) berhasil mencetak kinerja keuangan yang mengesankan pada semester I-2021. Perusahaan mampu membalikkan kerugian yang dicetak di enam bulan pertama 2020 dengan meraup untung di tahun ini. 

Melansir laporan keuangan per 30 Juni 2021, SWAT mencatatkan penjualan neto sebesar Rp 137,48 miliar. Jumlah itu melesat 59,63% dari realisasi penjualan pada periode yang sama tahun 2020 senilai Rp 86,12 miliar.

Penjualan neto SWAT di semester pertama meliputi penjualan corrugated Rp 93,42 miliar, paper cone Rp 25,82 miliar, paper tube Rp 6,44 miliar, dan juga paper mill Rp 12,01 miliar.

SWAT juga mencatatkan retur penjualan senilai Rp 237,34 juta. 

Tumbuhnya penjualan mendorong kenaikan beban pokok penjualan SWAT sebesar 43,05%, dari sebelumnya Rp 73,61 miliar di semester I-2020 menjadi Rp 105,30 miliar di semester I-2021. 

Baca Juga: Kuartal I-2021, Sriwahana Adityakarta (SWAT) mencatatkan laba Rp 903,14 juta

 

Hingga Juni lalu SWAT membukukan beban penjualan dan pemasaran sebesar Rp 2,87 miliar atau meningkat 82,52% dari beban penjualan dan pemasaran pada Juni 2020 senilai Rp 1,57 miliar. 

Peningkatan juga dijumpai pada beban umum dan administrasi yang tercatat naik signifikan 173,61% menjadi Rp 12,03 miliar, dari sebelumnya Rp 4,39 miliar di periode yang sama tahun lalu. 

Di semester pertama tahun ini, SWAT berhasil meraup laba neto tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 795,69 juta. Padahal di periode yang sama tahun lalu SWAT masih mencatatkan kerugian hingga Rp 5,08 miliar. 

Selanjutnya: Ada pandemi, bisnis asuransi kesehatan terus melaju

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Sales and Operations Planning (S&OP) Trik & Tips yang Aman Menggunakan Pihak Ketiga (Agency, Debt Collector & Advokat) dalam Penagihan Kredit / Piutang Macet

[X]
×