kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45702,42   14,31   2.08%
  • EMAS934.000 -1,06%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Holding BUMN farmasi resmi terbentuk, simak rekomendasi analis


Kamis, 06 Februari 2020 / 20:12 WIB
Holding BUMN farmasi resmi terbentuk, simak rekomendasi analis
ILUSTRASI. Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir (kedua kanan) bersama Direktur Utama Kimia Farma Tbk Verdi Budidarmo (kanan), Direktur Utama Indofarma Tbk Arief Pramuhanto (kedua kiri) dan SEVP Produksi Bio Farma Juliman, menyampaikan keterangan pers tentang hold

Reporter: Kenia Intan | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) farmasi resmi terbentuk. Menteri BUMN Erick Thohir menunjuk PT Bio Farma menjadi induk perusahaannya. Adapun holding BUMN farmasi terdiri dari  PT Kimia Farma Tbk (KAEF), PT Indofarma Tbk (INAF), dan PT Phapros Tbk (PEHA). 

Berdasar data yang dihimpun Kontan.co.id, holding ini bertujuan memperkuat kamandirian industri dan meningkatkan ketersediaan produk.

Baca Juga: Wabah virus corona, masker N95 Kimia Farma (KAEF) ludes diborong BNPB

Direktur Utama PT Bio Farma Honesti Basyri, menjelaskan bahwa tantangan industri farmasi di Indonesia berupa ketergangungan bahan baku obat dan keterbatasan jalur distribusi. 

Lebih lanjut dijelaskan, dengan adanya holding ini ditargetkan impor bahan baku dapat ditekan hingga 15%. Sehingga pada 2021 nanti ketergantungan terhadap impor menjadi 75%. Adapun pendapatan konsolidasi BUMN holding ini diprediksi mencapai Rp 16,8 triliun tahun ini. 

Analis Panin Sekuritas William Hartanto menjelaskan holding BUMN farmasi belum akan menggerakkan saham-saham emiten farmasi plat merah.  "Pelaku pasar kan butuh realisasi pertumbuhan kinerja setelah pembentukan holding," kata William ketika dihubungi Kontan.co.id, Kamis (6/2). 

Baca Juga: Holding BUMN Farmasi dorong kemandirian industri farmasi nasional




TERBARU

Close [X]
×