kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45908,54   -10,97   -1.19%
  • EMAS1.350.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Hitung-hitungan untung rugi divestasi aset Nippon Indosari (ROTI) di Filipina


Jumat, 11 September 2020 / 07:00 WIB
Hitung-hitungan untung rugi divestasi aset Nippon Indosari (ROTI) di Filipina


Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) memutuskan untuk menjual seluruh kepemilikan saham di bisnis Filipina. ROTI memiliki 55% di Sarimonde Foods Corporation (SMFC). ROTI menjual kepada pemegang saham lainnya, Monde Nissin Corporation (MNC). 

Dalam keterbukaan informasi dijelaskan, ROTI menjual saham dengan nilai PHP 256,15 juta atau setara dengan Rp 76,8 miliar. Selama ini, bisnis di Filipina melalui SMFC selalu mampu memberikan pertumbuhan penjualan yang positif. Sementara kontribusi bsinis roti di Filipina ini hanya sekitar 2%-4% terhadap total penjualan ROTI.

Baca Juga: Lepas Seluruh Aset di Filipina, Laba Bersih Produsen Sari Roti Bisa Terdongkrak

Sebelumnya, SMFC diharapkan dapat menghasilkan keuntungan pada tahun 2021. Pada semester I tahun ini, SMFC membukukan pendapatan Rp 52 miliar atau naik 20,9% secara year on year (yoy). Namun, bisnis roti di Filipina ini melaporkan rugi bersih Rp 38 miliar atau turun 58,8% yoy. 

Pasca divestasi, berdasarkan perjanjian lisensi eksklusif SMFC akan terus berproduksi roti dengan merek Sari Roti. Sementara itu, divestasi ini akan menghasilkan kerugian satu kali sebesar Rp 26 miliar di tahun 2020. 

Usai melepas saham di bisnis roti Filipina, ROTI mengaku akan fokus ke pasar Indonesia. "Terlepas dari kerugian satu kali, kami yakin bahwa keputusan ini positif bagi kinerja ROTI ke depan," jelas Analis Sucor Sekuritas Jennifer Widjaja dalam riset 10 September 2020. 

Baca Juga: Nippon Indosari (ROTI) pilih fokus di dalam negeri daripada rugi di Filipina

Pasalnya menurut Jennifer dalam riset, bisnis ROTI di Filipina telah menjadi penghambat utama kinerja keseluruhan dalam beberapa tahun terakhir. Pasca divestasi bisnis ROTI di Filipina maka akan lebih fokus di pasar intinya, Indonesia. "Bisnis ROTI di Filipina masih memiliki banyak potensi pertumbuhan," jelas Jennifer dalam riset. 

Dengan asumsi pemulihan ekonomi terjadi tahun depan atau pasca pandemi, maka Sucor Sekuritas sangat berharap daya beli yang lebih kuat. "Kami melihat bahwa ROTI akan dapat berkinerja baik tahun depan," ujar Jennifer dalam riset. 

Selain itu, penambahan kapasitas dari dua pabriknya di Banjarmasin dan Pekanbaru harus membantu ROTI melayani pasar tahun depan. "Oleh karena itu, kami mempertahankan perkiraan pertumbuhan pendapatan 12% untuk tahun depan," kata Jennifer. 

Setelah tidak memiliki kepemilikan saham di Filipina, Sucor Sekuritas berharap, ada peningkatan profitabilitas secara keseluruhan. Hitungan Sucor Sekuritas, pendapatan ROTI bisa mencapai Rp 3,5 triliun pada tahun ini dan meningkat menjadi Rp 3,94 triliun pada tahun 2021.

Baca Juga: Nippon Indosari (ROTI) melepas bisnis di Filipina, ini rekomendasi analis

Sementara laba bersih menjadi Rp 250 miliar di tahun ini, turun dari 2019 sebesar Rp 301 miliar. Namun laba bersih di 2021 akan melejit menjadi Rp 360 miliar. Margin laba bersih ROTI diperkirakan mencapai 9,1% pada tahun 2021 atau bertambah sebesar 200 bps yoy.

Efek PSBB bagi produsen Sari Roti

Jennifer juga menghitung efek keputusan Pemprov DKI Jakarta menerapkan social distancing skala besar (PSBB) mulai pekan depan akan berdampak negatif bagi ROTI. Kebijakan PSBB jilid dua ini karena terjadi peningkatan signifikan jumlah kasus positif virus corona di Jakarta. 

Baca Juga: Keluar dari Filipina, Nippon Indosari (ROTI) jual saham Sarimonde

"Kami percaya bahwa hal ini dapat berdampak negatif lagi pada bisnis, karena bisa melemahkan permintaan," terang Jennifer. Volume penjualan akan lebih rendah karena diikuti pembatasan aktivitas distribusi. 

Mesi begitu, Sucor mengatakan, besarannya tidak sebesar pelaksanaan PSBB nasional sebelumnya. "Untuk memperhitungkan hal ini, kami memutuskan untuk memotong perkiraan pertumbuhan pendapatan ROTI sebesar 5% sehingga tahun ini bisa membukukan Rp 3,5 triliun," terang Jennifer. 

Sebelumnya, Sucor memperkirakan, pendapatan ROTI bisa mencapai Rp 3,67 triliun dan menjadi Rp 4,1 triliun di tahun 2021. "Kami juga telah memperhitungkan kerugian divestasi satu kali perusahaan sebesar Rp 26 miliar untuk tahun ini dan penurunan biaya bunga," kata dia dalam riset. 

Ini karena ROTI mengambil utang bisnis Filipina. "Selain itu, kami juga sedikit menurunkan asumsi kerugian yang dapat diatribusikan Filipina dalam hak minoritas. Semua masuk, ini diterjemahkan menjadi ekspektasi laba lebih rendah 13,7% menjadi Rp 250 miliar untuk tahun ini," terang Jennifer. 

Baca Juga: Indoritel Makmur (DNET) absen bagikan dividen tahun ini

Meski demikian, Sucor masih menyarakan beli saham ROTI dengan target Rp 1.550 per saham. Harga tersebut mencerminkan PE di tahun 2021 sebesar 25 kali dari 27 kali. "Karena kami memperhitungkan potensi risiko lebih lanjut dari COVID-19," terang Jennifer. ROTI saat ini diperdagangkan pada PER 19,2 kali. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×