kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.168.000   165.000   5,49%
  • USD/IDR 16.788   54,00   0,32%
  • IDX 8.127   -193,88   -2,33%
  • KOMPAS100 1.127   -22,00   -1,91%
  • LQ45 803   -9,16   -1,13%
  • ISSI 292   -13,08   -4,29%
  • IDX30 416   -2,17   -0,52%
  • IDXHIDIV20 493   -0,32   -0,07%
  • IDX80 125   -2,42   -1,90%
  • IDXV30 135   -3,16   -2,29%
  • IDXQ30 134   -0,33   -0,25%

Hingga September 2025, Laba Bersih Darma Henwa (DEWA) Melesat Ribuan Persen!


Kamis, 29 Januari 2026 / 12:22 WIB
Hingga September 2025, Laba Bersih Darma Henwa (DEWA) Melesat Ribuan Persen!
ILUSTRASI. Laba bersih DEWA meroket 6.092% di Januari-September 2025.


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten sektor energi yang memiliki bisnis di bidang jasa pertambangan, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) berhasil mencetak pertumbuhan kinerja pendapatan dan laba bersih selama periode Januari–September 2025. 

Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis Rabu (28/1/2029), DEWA membukukan pendapatan Rp 4,65 triliun per September 2025. Ini melonjak 2,8% secara tahunan atau Year on Year (YoY) dari Rp 4,52 triliun. 

Jika dirinci pendapatan dari segmen pertambangan berkontribusi sebesar Rp 4,41 triliun terhadap pendapatan dan jasa lainnya menyumbang Rp 260 miliar, dengan nilai eliminasi sebesar Rp 28,31 miliar. 

Baca Juga: IHSG Ambruk 5,91% ke 7.828 Sesi I, Top Losers LQ45: BUMI, EXCL & AMRT, Kamis (29/1)

Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk DEWA mencapai Rp 239,14 miliar, yang melesat 6.092,78% secara tahunan dari posisi 30 September 2024 sebesar Rp 38,61 miliar. 

Direktur Darma Henwa Ricardo Silaen menjelaskan kenaikan laba bersih DEWA ditopang oleh naiknya pendapatan serta meningkatnya margin keuntungan, seiring dengan peningkatan kapasitas volume in-house secara signifikan. 

Dalam keterangannya, volume produksi DEWA ikut meningkat. Di mana, waste removal naik menjadi 101,2 juta bcm atau 2,1% YoY dan produksi batutara naik menjadi 12,5 juta ton yang naik 1,1% YoY. 

“Fokus kami ke depan adalah meningkatkan kinerja operasional dengan menambah fleet produksi dan menerapkan good mining practices,” tulisnya dalam keterbukaan informasi, Kamis (29/1/2026). 

 

Selanjutnya: Rupee Sentuh Rekor Terendah, Efek Tekanan Asing Bayangi Ekonomi

Menarik Dibaca: iOS 26.2.1 Rilis: Perbaikan Bug dan Fitur Darurat Krusial

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×