kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45960,78   1,83   0.19%
  • EMAS1.033.000 0,49%
  • RD.SAHAM -0.04%
  • RD.CAMPURAN -0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Hasil Lelang Sukuk Selasa (1/11) Lebih Rendah, Investor Cermati Suku Bunga The Fed


Selasa, 01 November 2022 / 19:57 WIB
Hasil Lelang Sukuk Selasa (1/11) Lebih Rendah, Investor Cermati Suku Bunga The Fed
ILUSTRASI. Lelang sukuk negara kali ini menjadi tidak terlalu menarik imbas dari kenaikan suku bunga The Fed. KONTAN/Baihaki/


Reporter: Aris Nurjani | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hasil penawaran masuk dalam lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) alias sukuk pada Selasa, 1 November 2022 sebesar Rp 4,34 triliun, lebih rendah jika dibandingkan lelang sebelumnya sebesar Rp 6,40 triliun. 

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, pemerintah hanya menyerap Rp 1,37 triliun dari hasil lelang sukuk negara kali ini.

Head of Business Development Division Henan Putihrai Asset Management (HPAM) Reza Fahmi mengatakan hasil lelang sukuk negara kali ini menjadi tidak terlalu menarik imbas dari kenaikan suku bunga The Fed. 

Baca Juga: Pemerintah Hanya Menyerap Rp 1,37 Triliun Pada Lelang Sukuk Negara Hari Ini

"Serta kenaikan US treasury dan menguatnya dolar AS yang membuat banyak investor menginvestasikan dananya pada instrumen dolar," tuturnya kepada Kontan.co.id, Selasa,(1/11). 

Dalam lelang hari ini seri PBS029 mencatat penawaran masuk Rp 1,44 triliun. Pemerintah menyerap Rp 600 miliar. Yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan 7,77%. Seri ini jatuh tempo pada 15 Maret 2034. 

Reza mengatakan dalam hasil lelang hari ini investor mencari tenor lebih panjang karena lebih menarik untuk segi kuponnya dan ke depannya pasar obligasi masih akan mengalami penurunan. 

Untuk yield di lelang kali ini lebih tinggi sedikit dibanding dengan lelang sebelumnya, dalam rentang 7,18%.

Dalam lelang kali ini masih di dominasi oleh investor domestik dikarenakan berlanjutnya tekanan eksternal diperkirakan dapat kembali membuka potensi kenaikan yield lanjutan di pasar surat utang Indonesia dalam waktu dekat.  

Investor diperkirakan juga belum akan terlalu agresif menjelang rilis data inflasi AS. Ketidakagresifan investor asing di pasar domestik juga tercermin dari partisipasi investor yang relatif rendah dalam lelang.

Baca Juga: Pemerintah Akan Lelang 6 Seri SBSN dengan Target Rp 5 Triliun, Selasa (1/11)

Direktur Panin Asset Management Rudiyanto mengatakan penurunan hasil lelang SBSN hari ini disebabkan oleh tindakan investor yang lebih berhati-hati untuk masuk ke SBSN karena masih menanti keputusan suku bunga dalam dan luar negeri. 

Seri yang diburu investor pada lelang hari ini adalah seri PBS029 atau tenor panjang yang menjadi benchmark/acuan.

Langkah The Fed dalam menaikan suku bunga masih akan berlanjut dan membuat banyak investor tidak terlalu agresif dan  wait and see.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×