kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.357.000 -0,07%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Hartadinata (HRTA) Ingin Tumbuh Dua Digit, Begini Strategi Bisnis & Ekspansi di 2024


Selasa, 26 Maret 2024 / 14:47 WIB
Hartadinata (HRTA) Ingin Tumbuh Dua Digit, Begini Strategi Bisnis & Ekspansi di 2024
ILUSTRASI. Hartadinata Abadi (HRTA) ingin kembali mengejar kenaikan pendapatan dan laba bersih dua digit.


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) telah menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga kilau kinerja keuangannya pada tahun ini. HRTA ingin kembali mengejar kenaikan pendapatan dan laba bersih di level dua angka (double digits).

Berkaca dari kinerja tahun buku 2023, top line dan bottom line HRTA kompak melejit. HRTA meraih laba bersih sebesar Rp 305,80 miliar sepanjang tahun lalu, tumbuh 20,62% dibandingkan keuntungan pada tahun 2022 senilai Rp 253,52 miliar.

Pertumbuhan laba sejalan dengan lonjakan pendapatan. HRTA mengantongi penjualan neto senilai Rp 12,85 triliun pada 2023. Melonjak 85,96% ketimbang penjualan HRTA pada 2022 yang kala itu sebesar Rp 6,91 triliun.

Direktur Investor Relation Hartadinata Abadi Thendra Crisnanda mengatakan, pertumbuhan kinerja HRTA terdorong oleh peningkatan volume penjualan emas murni. HRTA mencetak kenaikan 66,88% secara tahunan (Year on Year/YoY) dari 7,75 ton pada 2022 menjadi 12,93 ton pada tahun 2023.

Kenaikan volume penjualan tersebut sejalan dengan peningkatan harga jual rata-rata alias Average Selling Price (ASP). Thendra menerangkan ASP Hartadinata tumbuh sebesar 12,12% (YoY) menjadi Rp 987.706 pada tahun 2023, dari sebelumnya Rp 880.922 pada 2022.

Baca Juga: Penjualan Melejit 85,9%, Laba Hartadinata (HRTA) Naik 20,6% Jadi Rp 305,8 Miliar

Pertumbuhan penjualan turut ditopang oleh ekspansi pasar, dimana pada tahun lalu HRTA mencatatkan ekspor ke India dan Uni Emirat Arab. Secara bersamaan, kinerja HRTA juga terdongkrak inovasi produk dan penambahan tujuh toko emas baru pada 2023.

"Inovasi produk melalui brand perhiasan emas Ardore dan produk emas batangan Emasku. Kemudian penambahan toko emas milik sendiri menjadi 85 toko di 2023," kata Thendra kepada Kontan.co.id, Selasa (26/3).

Thendra optimistis kinerja HRTA bisa kembali tumbuh pada tahun ini. Manajemen HRTA pun menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 30% (YoY) dan laba bersih sebesar 15% (YoY). 

Outlook komoditas emas menambah optimisme HRTA, didorong oleh peningkatan harga emas dunia ke level all time high di US$ 2.200 per Oz. "Untuk permintaan emas batangan masih akan solid di 2024 sedangkan perhiasan emas diharapkan mengalami pemulihan seiring dengan perbaikan daya beli," imbuh Thendra.

Strategi Bisnis & Rencana Ekspansi

Sebagai upaya mencapai pertumbuhan kinerja, HRTA telah menyiapkan tiga strategi utama. Pertama, fokus pada inovasi produk maupun  marketing channel. Thendra menyampaikan, HRTA berencana menambah sekitar 15 toko baru.

Dengan begitu, total toko emas HRTA akan menjadi 100 gerai pada tahun ini. "Kami berencana menambah jaringan toko di daerah Sumatera, Jawa, Sulawesi dan Kalimantan," terang Thendra.

Kedua, ada penambahan kapasitas produksi, terutama untuk produksi emas kilobar. HRTA sedang mempersiapkan persyaratan untuk kualifikasi sertifikasi LBMA (London Bullion Market Association). Adapun, kapasitas produksi emas kilobar HRTA pada 2023 adalah 9 ton, yang rencananya akan ditingkatkan menjadi 13,5 ton hingga akhir 2024.

Ketiga, HRTA akan memperkuat aliansi strategis baik di domestik maupun internasional dalam peningkatan pangsa pasar. Setelah tahun lalu ekspor ke India dan Uni Emirat Arab, HRTA berpeluang untuk melakukan kerja sama pasar ekspor ke sejumlah negara seperti Singapura, Vietnam, Eropa dan Amerika Serikat.

Baca Juga: Sepanjang 2024, Hartadinata Abadi (HRTA) Incar Kenaikan Laba Sebesar 15%

Guna menopang berbagai rencana bisnis tersebut, HRTA mengalokasikan belanja modal alias capital expenditure (capex) sebesar Rp 80 miliar. Terutama akan dialokasikan untuk pembelian mesin pabrik, peluasan bangunan dan infrastruktur untuk meningkatkan produksi dan penjualan, serta peluasan jaringan toko milik sendiri.

Alokasi capex HRTA tahun ini lebih tinggi dibandingkan tahun lalu. Realisasi capex HRTA pada 2023 sekitar Rp 48 miliar, yang dialokasikan untuk pembelian mesin, pembangunan kantor pusat HRTA, serta penambahan fasilitas penunjang bisnis seperti kendaraan operasional.

Rekomendasi Saham

Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Miftahul Khaer melihat HRTA punya prospek yang cukup menarik pada tahun ini. Penopang utama prospek bisnis HRTA adalah rencana ekspansi yang akan dilakukan, mulai dari penambahan gerai hingga memperluas pasar ekspor ke sejumlah negara.

Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova turut melihat HRTA berpotensi melanjutkan performa positif pada tahun 2024. Hanya saja secara teknikal pergerakan saham HRTA masih cenderung berpotensi terkoreksi dalam jangka pendek.

Namun selama tidak jatuh ke bawah level Rp 354, maka HRTA berpeluang kuat untuk menguat kembali hingga level harga Rp 450 - Rp 480. Ivan pun menyarankan koleksi saham HRTA dengan strategi buy on weakness mencermati support di Rp 354 dan resistance pada Rp 450.

Sementara Miftahul menyarankan untuk trading buy saham HRTA dengan target awal di kisaran harga Rp 418. Adapun hingga pukul 14:32 WIB pada perdagangan Selasa (26/3), harga saham HRTA melemah 1,5% ke harga Rp 394 per saham.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×