kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Hari ini, rupiah harap-harap cemas


Kamis, 19 Mei 2016 / 08:21 WIB


Reporter: Wuwun Nafsiah | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Rupiah terkulai di hadapan dollar Amerika Serikat. Pasar  harap-harap cemas menanti catatan hasil rapat The Fed dalam pertemuan akhir April lalu.

Di pasar spot, Rabu (18/5), rupiah melemah 0,64% ke Rp 13.380 per dollar AS. Adapun kurs tengah Bank Indonesia memperlihatkan, rupiah melemah 0,3% menjadi Rp 13.319 per dollar AS.

Analis Asia Tradepoint Futures Andri Hardianto menilai, rupiah melemah lantaran pasar mengantisipasi catatan pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada Kamis (19/5) dini hari. "Para pelaku pasar melakukan aksi ambil untung sembari menanti hasil FOMC apakah dovish atau hawkish," kata dia.

Dari dalam negeri, pergerakan rupiah kurang bersemangat setelah perbankan besar mencatatkan kenaikan non performing loan (NPL) pada kuartal I 2016. Ini mengindikasikan ekonomi domestik masih lesu.

Josua Pardede, Ekonom Bank Permata ,memprediksi, hasil rapat FOMC cenderung dovish lantaran perkembangan ekonomi AS belum benar-benar pulih. The Fed mungkin mempertahankan bunga, setidaknya hingga semester pertama tahun ini.

Josua menduga hari ini (19/5) rupiah menguat di kisaran 13.300 – 13.400. Sementara Andri memprediksi, melemah di 13.350 hingga 13.390.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×