Reporter: Petrus Sian Edvansa | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
JAKARTA. Tembaga kembali tersungkur setelah pekan lalu menguat signifikan. Mengutip Bloomberg, Rabu (5/10) pukul 14.36 WIB, harga tembaga kontrak pengiriman tiga bulan di London Metal Exchange tercatat terkikis 0,33% jadi US$ 4.790 per metrik ton.
Direktur Garuda Berjangka Ibrahim menilai, koreksi disebabkan data manufaktur China yang tidak sebaik perkiraan. Indeks belanja sektor manufaktur China di September ternyata bertahan di 50,4. Ini lebih kecil dari konsensus analis di 50,5.
Sementara, rilis data manufaktur AS lebih baik dari ekspektasi pasar. Ini membuat harga komoditas yang diperdagangkan dalam dollar AS kian tertekan, termasuk tembaga.
Belum lagi, banyak pejabat The Fed yang memberi indikasi suku bunga acuan akan naik dalam waktu dekat. "Mereka merasa suku bunga acuan harus naik karena ekonomi AS menanjak," kata Ibrahim.
Pekan ini, pergerakan harga tembaga akan terpengaruh rilis berbagai data tenaga kerja AS. Jumat ini, AS akan merilis data non-farm payroll. Data pendahuluan yang dirilis menunjukkan lapangan kerja sektor swasta di luar sektor pertanian merosot jadi cuma 154.000 di September, turun tajam dari 175.000 di Agustus.Dus, harga tembaga bisa kembali terkoreksi.
Tapi dalam jangka panjang harga tembaga diprediksi masih bisa naik. Salah satu sentimen positifnya adalah permintaan dari China. Presiden Citigroup Inc. Yoshihiro Nishiyama optimistis, harga tembaga akan melompat sampai 40% di akhir 2020.
Alasannya, permintaan lebih tinggi dari produksi, lantaran tidak ada tambang baru yang dibuka. Bahkan Pan Pacific Copper Co. berpendapat, permintaan akan melampaui pasokan sampai 52.000 ton pada 2017, setelah surplus 110.000 ton di tahun ini.
Secara teknikal, Ibrahim melihat indeks stochastic berada di level 70% negatif. Bollinger bands dan moving average (MA) berada 20% di atas bollinger bawah, mengindikasikan pelemahan harga.
Sementara moving average convergence divergence (MACD) dan relative strength index (RSI) berada di 60% positif. Artinya, harga tembaga akan terus turun, namun tidak terlalu signifikan.
Hari ini, Ibrahim menaksir harga tembaga bergerak di US$ 4.755-US$ 4.810 per metrik ton. Sedangkan hingga akhir pekan nanti, harga tembaga akan bergerak antara US$ 4.710 hingga US$ 4.825 per metrik ton.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













