kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Harga saham sektor CPO masuk zona hijau, begini rekomendasi analis


Rabu, 20 November 2019 / 20:26 WIB
Harga saham sektor CPO masuk zona hijau, begini rekomendasi analis
ILUSTRASI. Panen kelapa sawit di Bogor, Senin (1/7). Sejumlah saham produsen minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) mencatatkan kenaikan harga.

Reporter: Nur Qolbi | Editor: Wahyu Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dalam sebulan ke belakang, sejumlah saham produsen minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) mencatatkan kenaikan harga. Sebut saja saham PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) yang naik 21,5% ke Rp 13.000 per saham hingga perdagangan Rabu (20/11).

Kemudian, PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) naik 24,55% menjadi Rp 416 per sahamm PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) naik 9,06% ke Rp 1.385 per saham, dan PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) tumbuh 7,51% menjadi Rp 372 per saham.

Baca Juga: Sudah naik tinggi, harga CPO mulai terkoreksi karena profit taking

Ada juga saham PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) yang tumbuh 11,11% dalam sebulan menjadi Rp 900 per saham, lalu PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) naik 2,38% ke Rp 860 per saham, dan PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) naik 7,59% ke Rp 2.410 per saham.

Analis Jasa Utama Capital Sekuritas Chris Apriliony mengatakan, kenaikan harga saham-saham CPO didorong oleh meningkatnya kembali harga CPO dunia. "Selain itu, kenaikan ini juga didukung oleh China yang meningkatkan pembelian CPO dari Indonesia serta kenaikan permintaan jelang perayaan imlek," kata Chris, Rabu (20/11).

Analis MNC Sekuritas Jessica Sukimaja menambahkan, kenaikan harga saham-saham emiten CPO disebabkan oleh beberapa faktor eksternal. Salah satunya adalah harga CPO yang meningkat signifikan yang dipicu melemahnya ringgit Malaysia terhadap dolar Amerika Serikat.

Baca Juga: Harga saham emiten CPO naik, ini penyebabnya

Selain itu, kenaikan harga kedelai juga mendorong meningkatnya permintaan CPO karena komoditas ini dikenal sebagai substitusi kedelai. Jessica menyarankan investor untuk buy saham LSIP dengan target harga Rp 1.400 per saham karena menurut dia, LSIP memiliki laporan keuangan yang sehat.

Sementara itu, secara teknikal, analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana melihat, saham LSIP sedang berada pada awal wave [iii] dari wave C, didukung dengan muncul volume beli yang cukup besar dengan catatan LSIP mampu menembus level Rp 1.430. "Hal ini ditunjukkan dengan menguatnya indikator-indikator seperti MACD, Stochastic dan RSI," kata dia. Herditya menyarankan buy on weakness LSIP dengan level support di Rp 1.275 dan resistance di Rp 1.450.

Sementara itu, Chris merekomendasikan untuk buy AALI dengan target harga Rp 15.000, LSIP Rp 1.600, dan SIMP Rp 500. Ketiga saham ini dia pilih karena memiliki fundamental saham yang masih bagus dan merupakan pemimpin pasar di sektor CPO.



Video Pilihan

TERBARU

×