kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.893.000   30.000   1,05%
  • USD/IDR 17.157   13,00   0,08%
  • IDX 7.624   -52,36   -0,68%
  • KOMPAS100 1.056   -6,56   -0,62%
  • LQ45 760   -4,37   -0,57%
  • ISSI 277   0,16   0,06%
  • IDX30 404   -2,51   -0,62%
  • IDXHIDIV20 489   -2,28   -0,46%
  • IDX80 118   -0,60   -0,51%
  • IDXV30 138   1,46   1,07%
  • IDXQ30 129   -0,80   -0,62%

Harga Saham Bisnis Batubara Ini Melesat Karena Kabar Divestasi, Saatnya Beli / Jual?


Kamis, 16 April 2026 / 05:05 WIB
Diperbarui Kamis, 16 April 2026 / 05:09 WIB
Harga Saham Bisnis Batubara Ini Melesat Karena Kabar Divestasi, Saatnya Beli / Jual?
ILUSTRASI. Pencatatan perdana saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) (KONTAN/Ridwan Mulyana)


Reporter: Dimas Andi | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) melesat setelah munculnya rencana penjualan saham tambang. Dengan kenaikan ini, apakah saham AADI masih memiliki prospek cerah untuk investasi atau sekarang saatnya taking profit?

Harga saham AADI pada perdagangan Rabu 15 April 2026 ditutup di level 10.800 naik 500 poin atau 4,85% dibandingkan sehari sebelumnya. Kenaikan ini terjadi seiring keputusan manajemen AADI menjual seluruh saham tambang batubara Kestrel Coal Group Pty Ltd di Australia.

Aksi ini dilakukan AADI melalui anak usahanya Adaro Capital Limited.

Baca Juga: Grab Akuisisi Bisnis Foodpanda di Taiwan, Akankah Merger dengan GOTO Terjadi?

Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Adaro Capital menandatangani Sale and Purchase Agreement (SPA) pada 14 April 2026 sehubungan dengan rencana penjualan saham-saham milik para penjual di Kestrel Coal Group.

Mengacu SPA, jumlah seluruh saham Kestrel milik Adaro Capital Limited mencapai 720.385.220 atau 720,38 miliar juta saham biasa atau setara dengan 47,99% waran milik Adaro Capital.

"Penyelesaian rencana transaksi akan dilaksanakan setelah dipenuhinya seluruh persyaratan pendahuluan sebagaimana disepakati oleh para pihak dalam SPA," tulis Corporate Secretary AADI Ray Aryaputra dalam keterbukaan informasi, Selasa (14/4/2026).

Total nilai rencana transaksi ini terdiri atas upfront cash consideration sebesar US$ 1,85 miliar yang akan dibayarkan pada saat tanggal penyelesaian transaksi dengan tunduk pada penyesuaian berdasarkan syarat dan ketentuan dalam SPA.

Kemudian, terdapat contingent cash consideration sebesar maksimum total hingga US$ 550 juta yang akan dibayarkan tahunan selama periode 5 tahun sejak tanggal penyelesaian transaksi. 

Nilai rencana transaksi yang akan diperoleh Adaro Capital akan dihitung berdasarkan proporsi kepemilikan mereka di Kestrel. "Tujuan rencana transaksi adalah untuk mendukung pelaksanaan strategi bisnis dan investasi perusahaan," ungkap Ray.

Dia juga menyebut, tidak ada dampak material yang merugikan terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha perusahaan.

Tonton: Indonesia Gandeng Rusia! Pasokan Minyak & LPG Segera Masuk?

Rekomendasi Saham AADI

Secara terpisah, Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI), Muhammad Wafi mengatakan, penjualan kepemilikan saham di Kestrel akan membuat AADI memperoleh tambahan kas dan meminimalisasi risiko operasional lintas negara. 

Sisi negatifnya, AADI terancam kehilangan keuntungan diversifikasi geografis dan eksposur batubara metalurgi premium Australia. "Walau begitu, kelangsungan usaha tetap solid karena tambang domestik dapat menopang mayoritas pendapatan," ujar dia, Rabu (15/4/2026).

Sementara itu, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta menilai, divestasi aset di Krestel menjadi cerminan bahwa AADI tengah fokus untuk meningkatkan likuiditas melalui optimalisasi arus kas perusahaan yang bertambah dari penjualan saham tersebut.

Dampaknya, AADI berpeluang membagikan dividen dalam jumlah besar. "Tambahan dana akan mendukung ekspansi bisnis AADI tanpa perlu menggali utang baru," kata dia, Rabu (15/4/2026).

Untuk ke depannya, Nafan menyebut peluang AADI untuk kembali menggelar ekspansi anorganik berupa akuisisi tambang batubara lain. Jika ingin optimal, maka AADI perlu fokus pada aset tambang yang terintegrasi dengan rantai pasok dan logistik.

Sedangkan menurut Wafi, potensi AADI untuk kembali mengakuisisi tambang batubara lainnya jelas terbuka pasca divestasi aset di Australia. Fokus AADI ke depannya kemungkinan adalah tambang batubara metalurgi domestik untuk mendukung program hilirisasi.

"Risiko yang perlu diwaspadai AADI adalah pengetatan pendanaan perbankan akibat sentimen ESG dan ketidakpastian regulasi pertambangan," tutur Wafi.

Di luar itu, Wafi menilai prospek kinerja AADI tetap positif pada 2026. Harga batubara yang kembali menguat diyakini akan mendorong perbaikan margin asalkan dibarengi dengan volume produksi yang stabil.

Lantas, Wafi merekomendasikan beli saham AADI dengan target harga di level Rp 13.000 per saham.

Di lain pihak, Nafan menyebut kinerja bottom line AADI bakal lebih stabil pada tahun ini. Dia pun merekomendasikan akumulasi beli saham AADI dengan target harga di level Rp 11.075 per saham.




 

Skandal FH UI 27 Korban Dugaan Pelecehan Seksual Terungkap

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×