kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Harga nikel diproyeksi stabil, Vale Indonesia (INCO) punya propsek cerah


Senin, 24 Februari 2020 / 08:42 WIB
ILUSTRASI. PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dinilai masih memiliki prospek yang cerah tahun ini. ANTARA FOTO/Basri Marzuki/foc.


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dinilai masih memiliki prospek yang cerah tahun ini. Hal ini tidak terlepas dari komoditas yang diproduksi oleh INCO, yakni nikel.

Analis Samuel Sekuritas Indonesia Dessy Lapagu mengatakan kebijakan pemerintah untuk menyetop pelarangan bijih nikel akan berdampak positif bagi INCO. Sebab, dengan adanya pelarangan ini maka harga nikel dunia berpotensi naik.

Baca Juga: Vale Indonesia (INCO) Kejar Realisasi Proyek Smelter Bahadopu

“Izin eskpor bijih nikel baru diberlakukan pada 1 Januari 2020, sehingga efeknya minimum baru akan terlihat pada kuartal I-2020,” terang Dessy kepada Kontan.co.id, Jumat (21/2).

Di sisi lain, Dessy menilai perlambatan pembangunan smelter nikel di tanah air dapat menjadi sentimen negatif bagi komoditas nikel. Sementara itu, produsen juga sudah tidak bisa mengekspor nikel ore per 2020.

Dessy melihat, pada kuartal pertama tahun ini masih belum ada sentimen yang secara signifikan menopang pergerakan nikel. Namun, progres pembangunan smelter nikel diharapkan mampu menjadi katalis positif dari dalam negeri.

Baca Juga: Tahun 2020, Vale (INCO) fokus mengontrol produksi dan biaya




TERBARU

[X]
×