kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Harga minyak WTI melonjak 9,36% sepanjang bulan April


Jumat, 30 April 2021 / 08:03 WIB
Harga minyak WTI melonjak 9,36% sepanjang bulan April
ILUSTRASI. Dalam sebulan, harga minyak WTI melonjak 9,36%. Sepanjang April, harga minyak brent naik 8,86%.


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak terkoreksi tipis setelah kemarin melesat tinggi. Meski turun, harga minyak pagi ini masih berada di level tertinggi sejak pertengahan Maret.

Jumat (30/4) pukul 7.50 WIB, harga minyak west texas intermediate (WTI) kontrak Juni 2021 di New York Mercantile Exchange berada di US$ 64,72 per barel, turun 0,45% dari penutupan perdagangan kemarin US$ 65,01 per barel. Kemarin, harga minyak WTI melonjak 1,80% dalam sehari. 

Harga minyak brent kontrak Juni 2021 di ICE Futures pun turun setelah mencapai level tertinggi sejak pertengahan Maret. Pagi ini, harga minyak acuan internasional tersebut berada di U$ 68,30 per barel, turun 0,38% dalam sehari setelah kemarin melesat 1,92%.

Dalam sebulan, harga minyak WTI melonjak 9,36% dari US$ 59,18 per barel di akhir Maret. Sepanjang April, harga minyak brent naik 8,86%.

Baca Juga: Kasus Covid-19 India melonjak, Gapki sebut ekspor minyak sawit belum terdampak

Kemarin harga minyak naik ke level tertinggi dalam enam pekan terakhir karena data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang kuat, dolar yang lemah, dan pemulihan permintaan yang diharapkan melebihi kekhawatiran kasus Covid-19 yang lebih tinggi di Brasil dan India.

"Musim panas adalah sinonim untuk musim mengemudi. Pengemudi di AS, China, dan Inggris akan mulai mengonsumsi lebih banyak bahan bakar, sebuah perkembangan yang diyakini pasar akan menutupi penurunan Covid-19 di India," kata Bjornar Tonhaugen, kepala pasar minyak di Rystad Energy kepada Reuters.

Baca Juga: Kecil kemungkinan terjadi sell in May di pasar saham tahun ini




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×