kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Harga minyak terus turun karena kekhawatiran resesi dan pasokan yang meningkat


Kamis, 15 Agustus 2019 / 08:22 WIB
Harga minyak terus turun karena kekhawatiran resesi dan pasokan yang meningkat
ILUSTRASI. Harga minyak

Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak dunia turun pada perdagangan Kamis (15/8), melanjutkan penurunan dalam semalam dipicu pasokan minyak mentah Amerika Serikat (AS) yang secara tak terduga naik. Belum lagi meningkatnya kekhawatiran resesi ekonomi dan ekonomi China serta Eropa yang mengecewakan.

Mengutip Bloomberg pukul 08.00 WIB, minyak Brent untuk pengiriman Oktober 2019 ke level 0,49% ke US$ 59,19 per barel. Setelah jatuh 3% di sesi sebelumnya.

Baca Juga: Data ekonomi China yang mengecewakan bikin harga minyak dunia jatuh lebih 1%

Sedangkan, minyak West Texas Intermediate (WTI) pengiriman September 2019 ke level US$ 55,03 per barel atau turun 0,36%. Setelah turun 3,3% pada sesi sebelumnya.

Kombinasi sejumlah data yang menunjukkan perlambatan pertumbuhan global di tengah perang perdagangan AS-China dan tingginya cadangan minyak AS.

"Jatuhnya harga minyak terbaru ini kemungkinan akan memberikan tekanan lebih lanjut pada Arab Saudi," kata ANZ dalam sebuah catatan yang dilansir Reuters. "Itu telah mengisyaratkan pemotongan produksi untuk menahan kejatuhan."

Baca Juga: Perang dagang AS-China memanas, saham-saham CPO kembali terangkat

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) sebagian besar telah memangkas produksi sejak awal 2017 dan para pedagang mengatakan mereka berharap Arab Saudi untuk mengurangi produksi lebih lanjut di tengah perlambatan permintaan minyak global.

Di sisi lain, kurva imbal hasil obligasi AS terbalik untuk pertama kalinya sejak 2007, tanda kekhawatiran investor bahwa ekonomi terbesar dunia itu akan jatuh ke dalam resesi ekonomi.

China melaporkan data yang mengecewakan untuk Juli, termasuk penurunan mengejutkan dalam pertumbuhan output industri ke level terendah lebih dari 17 tahun.

Baca Juga: Harga minyak tergelincir kekhawatiran permintaan yang menurun




TERBARU

Close [X]
×