kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45736,73   34,31   4.88%
  • EMAS931.000 -0,32%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Harga minyak tertekan kenaikan stok tak terduga di AS


Kamis, 31 Oktober 2019 / 08:01 WIB
Harga minyak tertekan kenaikan stok tak terduga di AS
ILUSTRASI. Pengolahan minyak Pemexs Cadereyta di Cadereyta, Mexico, 5 Oktober 2019. Harga minyak merangkak turun dalam empat hari perdagangan berturut-turut sepekan ini.

Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak semakin turun mendekati akhir pekan. Harga minyak merangkak turun dalam empat hari perdagangan berturut-turut sepekan ini.

Kamis (31/10) pukul 7.23 WIB, harga minyak west texas intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember 2019 di New York Mercantile Exchange berada di US$ 54,92 per barel, turun 0,25% ketimbang harga kemarin. Dalam empat hari perdagangan, harga minyak acuan Amerika Serikat (AS) ini sudah turun 3,07%.

Sejalan, harga minyak brent untuk pengiriman Desember 2019 di ICE Futures berada di US$ 60,57 per barel. Harga minyak brent tercatat turun 2,34% sejak akhir pekan lalu.

Baca Juga: Ini Alasan Harga CPO Cetak Rekor dan Akan Terus Menguat premium

Energy Information Administration (EIA) mengatakan, persediaan minyak mentah AS naik pekan lalu di tengah tingginya impor dan pelepasan cadangan nasional. EIA melaporkan, stok minyak mentah di luar Strategic Petroleum Reserve (SPR) naik 5,7 juta barel.

Angka ini jauh lebih tinggi daripada ekspektasi pasar yang meramal kenaikan hanya 494.000 barel. Bahkan, laporan EIA ini jauh berbeda dengan laporan American Petroleum Institute pada Selasa lalu yang menyebutkan bahwa stok minyak turun 708.000 barel.

Baca Juga: The Fed memangkas suku bunga yang mungkin terakhir di tahun ini

"Rebound impor minyak dari Kanada dan pelepasan stok SPR menyebabkan lonjakan persediaan," kata Matt Smith, director of commodity research Clipper Data kepada Reuters.

Stok minyak di Cushing, Oklahoma yang merupakan pusat pengiriman minyak berjangka AS naik dalam empat pekan berturut-turut. "Ini menyebabkan tekanan pada selisih minyak WTI, selisih pengiriman Desember dan Januari beralih dari backwardation menjadi contango," ungkap ING dalam catatan yang dikutip Reuters.




TERBARU

Close [X]
×