Reporter: Herlina KD | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak terkoreksi pada perdagangan Selasa (13/10/2026) pagi, setelah naik tinggi kemarin. Pukul 07.32 WIB, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November 2026 di New York Mercantile Exchange ada di US$ 92,92 per barel,turun 0,87% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 93,74 per barel.
Mengutip Bloomberg, harga minyak brent diperdagangkan di bawah US$ 106 per barel, setelah naik lebih dari 6% dalam tiga sesi sebelumnya.
Harga solar turun tiga hari berturut-turut di New York setelah Rusia sepakat untuk melepas pasokan tambahan menyusul permintaan dari Presiden AS Donald Trump.
Baca Juga: Indika Energy (INDY) Keluarkan Rp 15,57 Miliar untuk Eksplorasi Kideco dan Masmindo
Sementara itu, Trump mengatakan bahwa telah terjadi pelanggaran mengenai gencatan senjata energi antara Rusia dan Ukraina. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan Ukraina akan terus menyerang Rusia karena infrastruktur energi negaranya masih menjadi sasaran.
Harga minyak telah naik lebih dari 70% sepanjang tahun ini karena perang AS dan Iran mengacaukan pasar energi.
"Beberapa hari terakhir penuh dengan berita utama yang membingungkan," kata Scott Shelton, spesialis energi di TP ICAP Group seperti dilansir Bloomberg, merujuk pada isu-isu termasuk klaim Trump tentang gencatan senjata energi dan serangan Houthi terhadap Arab Saudi.
"Kita memulai pekan ini dengan kacau."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













