Penulis: Muhammad Alief Andri | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Indika Energy Tbk (INDY) melaporkan total biaya eksplorasi sebesar Rp 15,57 miliar pada Oktober 2026. Biaya tersebut dikeluarkan melalui dua anak usahanya, yakni PT Kideco Jaya Agung dan PT Masmindo Dwi Area.
Berdasarkan laporan aktivitas eksplorasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (12/10/2026), Kideco mengeluarkan biaya eksplorasi sebesar Rp 9,44 miliar. Kegiatan eksplorasi dilakukan di wilayah Samurangau, Blok Roto Samurangau, dan Blok Susubang Uko.
Dalam kegiatan tersebut, Kideco melakukan pengeboran dengan metode open hole dan coring, yang dilengkapi pencatatan geofisika serta pengujian sampel batubara dan batuan pengapitnya.
Baca Juga: Astra (ASII) Gelar Tender Sukarela Saham AUTO di Harga Rp 3.600 per Saham
Hingga akhir periode pelaporan, kegiatan pengeboran Kideco mencakup 65 lubang dengan total kedalaman 10.717,4 meter. Perinciannya terdiri dari pengeboran inti sepanjang 3.672,25 meter dan pengeboran open hole sepanjang 7.045,15 meter. Kideco berencana melanjutkan aktivitas pengeboran.
Sementara itu, Masmindo mengeluarkan biaya eksplorasi sebesar Rp 6,13 miliar di wilayah Awak Mas, Puncak Selatan, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.
Kegiatan eksplorasi Masmindo meliputi pengeboran open hole, pemetaan geologi, dan analisis sampel. Hingga akhir periode pelaporan, perusahaan telah mengumpulkan 191 sampel dan melakukan pengeboran di tujuh lubang.
Baca Juga: IHSG Ambruk 2,59% ke 5.936 di Awal Pekan, Cek Saham Net Sell Terbesar Asing
Masmindo berencana melanjutkan pemetaan geologi dan pengeboran eksplorasi untuk mendukung kegiatan eksplorasi di wilayah tersebut.
Adapun anak usaha INDY lainnya, PT Mekko Metal Mining, tidak melakukan aktivitas eksplorasi di wilayah Ngabang, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, selama periode pelaporan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














