kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.015   52,00   0,29%
  • IDX 5.783   88,26   1,55%
  • KOMPAS100 751   16,01   2,18%
  • LQ45 570   13,11   2,35%
  • ISSI 200   1,61   0,81%
  • IDX30 323   7,42   2,35%
  • IDXHIDIV20 397   8,29   2,13%
  • IDX80 85   1,85   2,22%
  • IDXV30 108   1,57   1,48%
  • IDXQ30 104   1,97   1,94%

Harga minyak tergelincir setelah Rusia memberi sinyal kenaikan produksi


Jumat, 25 Mei 2018 / 08:07 WIB
ILUSTRASI. Harga minyak


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak naik tipis setelah koreksi dalam pada perdagangan kemarin. Jumat (25/5) pukul 7.53 WIB, harga minyak west texas intermediate untuk pengiriman Juli 2018 di New York Mercantile Exchange untuk berada di US$ 70,74 per barel.

Harga minyak ini naik tipis 0,04% jika dibandingkan dengan harga kemarin pada US$ 70,71 per barel. Kemarin, harga minyak ini merosot 1,43%.

Harga minyak brent pun hari ini menguat tipis setelah kemarin terkoreksi hingga 1,26%. Hari ini, harga minyak brent untuk pengiriman Juli 2018 di ICE Futures berada di US$ 78,82 per barel, naik 0,04% ketimbang harga penutupan kemarin.

Harga minyak kemarin merosot setelah Rusia memberi sinyal akan menaikkan produksi secara perlahan-lahan, setelah mengerem pasokan sejak 2017 bersama dengan OPEC. "Harga minyak mulai menurun tipis mengantisipiasi kenaikan produksi pada pertemuan OPEC Juni mendatang," kata Greg McKenna, chief market strategist AxiTrader kepada Reuters.

Menteri Energi Rusia Alexander Novak mengatakan, pembatasan produksi bisa dilonggarkan perlahan jika negara-negara OPEC dan non-OPEC melihat bahwa pasar minyak mulai seimbang pada bulan depan.

McKenna menambahkan, Rusia tampaknya siap mengerek produksi ketika persediaan minyak stabil dan harga mulai naik. "Ini pemikiran banyak trader, dan menghasilkan harga yang turun," kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×