kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Harga minyak semakin mendidih


Senin, 06 November 2017 / 07:32 WIB


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak makin panas. Senin (6/11), pukul 7.19WIB, harga minyak untuk pengiriman Desember 2017 di New York Mercantile Exchange menguat 0,30% ke US$ 55,81 per barel. 

Ini adalah level tertinggi harga minyak sejak 11 Februari 2017. Harga minyak mencatat kenaikan dalam tiga hari berturut-turut. 

Pergerakan harga minyak brent jauh lebih tinggi. Harga minyak brent untuk pengiriman Januari 2018 di ICE Futures mencapai US$ 62,29 per barel. Harga minyak ini naik 0,35% dari posisi akhir pekan lalu.

Harga minyak brent ini mencapai level tertinggi sejak 30 Agustus 2015 atau lebih dari dua tahun terakhir. Salah satu pendorong kenaikan harga minyak adalah penangkapan pejabat Arab Saudi. 

Beberapa pangeran Arab yang ditangkap adalah dewan pengawas dan direktur perusahaan minyak Arab. Sentimen positif lain adalah penurunan rig yang beroperasi di Amerika Serikat (AS). 

Data Baker Hughes yang dirilis Jumat menunjukkan ada 729 rig yang aktif beroperasi di AS, berkurang delapan rig ketimbang periode sebelumnya. Jumlah rig beroperasi ini adalah level terendah sejak Mei.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×