kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Harga minyak semakin mendidih


Senin, 06 November 2017 / 07:32 WIB


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak makin panas. Senin (6/11), pukul 7.19WIB, harga minyak untuk pengiriman Desember 2017 di New York Mercantile Exchange menguat 0,30% ke US$ 55,81 per barel. 

Ini adalah level tertinggi harga minyak sejak 11 Februari 2017. Harga minyak mencatat kenaikan dalam tiga hari berturut-turut. 

Pergerakan harga minyak brent jauh lebih tinggi. Harga minyak brent untuk pengiriman Januari 2018 di ICE Futures mencapai US$ 62,29 per barel. Harga minyak ini naik 0,35% dari posisi akhir pekan lalu.

Harga minyak brent ini mencapai level tertinggi sejak 30 Agustus 2015 atau lebih dari dua tahun terakhir. Salah satu pendorong kenaikan harga minyak adalah penangkapan pejabat Arab Saudi. 

Beberapa pangeran Arab yang ditangkap adalah dewan pengawas dan direktur perusahaan minyak Arab. Sentimen positif lain adalah penurunan rig yang beroperasi di Amerika Serikat (AS). 

Data Baker Hughes yang dirilis Jumat menunjukkan ada 729 rig yang aktif beroperasi di AS, berkurang delapan rig ketimbang periode sebelumnya. Jumlah rig beroperasi ini adalah level terendah sejak Mei.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×